Kelahiran Dedek 24 April 2016

Hari itu tanggal 23 April 2016 tepat di hari Sabtu. Aku beserta Bapakku pergi ke Jogja menjemput suamiku dari dinas kuliah lapangan di Kebumen. Suamiku sengaja pulang ke rumah orang tuaku untuk menjengukku padahal kuliah lapangan baru berakhir tanggal 2 Mei nanti. Sepulang dari Jogja kami menyempatkan diri ke Museum Karst, Praci. Kami berkeliling dan foto bersama. Sekitar pukul 5 sore kami sampai di rumah. Malam harinya sekitar pukul 23.00, perutku terasa mulas sampai-sampai aku terbangun dari tidurku. Dan semakin lama rasa mulasnya semakin menjadi-jadi. Aku sampai tidak bisa tidur nyenyak. Ketika mulas datang, aku terbangun. Pukul 03.00 dini hari tanggal 24 April aku sudah benar-benar tidak bisa tidur. Akhirnya aku bangun dan duduk di ruang keluarga. Aku memberi tahu ibuku tentang mulas yang aku rasakan. Aku masih mampu menahannya karena mulasnya tidak jauh beda dengan rasa mulas ketika hari-hari awal haid. Sekitar pukul 6 pagi mulasnya semakin terasa dan mulai keluar lendir bercampur darah. Mulailah aku dan keluarga (ibu, bapak, suami) berpikir bahwa proses persalinan akan segera tiba. Kami memutuskan untuk segera ke klinik Bunafsi, Wonogiri untuk memeriksakan diri. Pukul 7 pagi kami berangkat. Budhe Slamet ikut menemaniku.

Sekitar pukul 9 pagi, aku masuk ruang periksa di klinik tersebut. Aku diperiksa oleh dua bidan dan ternyata sudah pembukaan 5. Mereka sempat heran karena aku masih terlihat biasa saja (tidak terlihat kesakitan…masih bisa ketawa-tawa) padahal sudah pembukaan 5. Kami kemudian mengambil kamar edelweis di lantai 2 untuk rawat inapku nanti. Aku ditemani suamiku menyempatkan diri jalan-jalan naik turun tangga di sekeliling klinik tersebut untuk mempercepat proses pembukaan. Pukul 11 lebih, rasa mulas semakin menjadi dan aku semakin meringis kesakitan, sudah kesulitan untuk ketawa-ketawa lagi. Aku memutuskan untuk segera ke ruang bersalin. Suamiku yang sebelumnya penakut (takut sekali dengan banyak darah) tiba-tiba menjadi pemberani. Dia memutuskan untuk menemaniku selama persalinan. Alhamdulillah…:-)Ketika bidan mengecek pembukaan di ruang bersalin, pembukaannya baru tambah 2 pembukaan, pembukaan 7 padahal rasanya udah campur aduk. Entahlah seperti apa gambarannya, yang jelas rasanya sangat mulas sekali. Aku kemudian diminta berganti pakaian bersalin yang disiapkan di klinik tersebut dan diminta tiduran dengan posisi miring ke kiri untuk mempercepat penambahan bukaan. Suamiku berada di sampingku dan terus setia menyemangatiku. Aku merangkulnya dan meremas bajunya saat kontraksi datang. Selang beberapa lama ketuban pecah dan terasa sekali air hangat mengucur deras. Setelahnya aku semakin tidak tahan, kontraksinya terasa sangat hebat, ada rasa mulas yang hebat, rasanya pengen BAB tapi kuat sekali kontraksinya. Benar-benar luar biasa rasanya. Mulailah dorongan untuk ngeden terasa sangat hebat. Tapi bidan terus melarangku untuk tidak ngeden karena masih pembukaan 7. Aku melewati saat itu berjam-jam dan pembukaan masih stag di 7. Astagfirullahal adzim.

Suamiku terus mengingatkanku agar aku kuat, agar aku berdoa dan dzikir, ingat kepada Allah… aku berdoa dan berdzikir tapi sakit itu rasanya membuatku ingin berteriak dan rasanya ingin menyerah. Lagi-lagi suamiku berusaha meyakinkanku untuk berjuang dan bertahan dengan terus berdoa kepada Allah. Sekitar pukul 14.00 lebih bidan mengecek dan sudah pembukaan penuh. Satu dokter dan dua bidan bergegas menolongku. Saat itu sudah ada infus yang terpasang di lenganku. Mereka mengatur posisiku agar proses persalinannya lancar. Mereka memberi aba-aba, ketika kontraksi datang, aku disuruh ngeden dengan tetap mengatur nafas agar tidak kelelahan. Aku tidak boleh berteriak karena akan mengurangi energi. Suamiku memberiku sari kurma untuk tambahan energi saat ngeden. Perjuangan untuk mengeluarkan dedek bayi cukup mendebarkan. Suami dan dokter yang terus menyemangatiku dalam proses persalinan ini. Setelah 5 kali ngeden, akhirnya bayi kami lahir dan terdengar kencang tangisannya. Bayi kami lahir pada pukul 14.21 dengan berat badan 3,04 kg dan panjang 46 cm. Alhamdulillah. Segala puji bagi Allah, Rabb semua makhluk yang telah memberi kemudahan pada persalinanku ini.

Proses selanjutnya adalah mengeluarkan plasenta (ari-ari), sisa darah dan menjahit bagian jalan lahir yang robek namun ketiga proses tersebut tidak begitu terasa karena sudah melalui proses persalinan, melahirkan dedek bayi yang luar biasa rasanya yang kemudian tertutup kebahagiaan yang lebih luar biasa dengan kehadiran buah hati kami. Alhamdulillah. Terima kasih Ya Allah.

Setelah dedek bayi dibersihkan, dilakukan IMD (inisiasi menyusui dini). Dedek bayi ditelungkupkan di daerah dadaku dengan kepala dedek miring ke kiri. Aku pegang dedek bayi mungil itu untuk pertama kalinya dan suamiku berada di sampingku. Subhanallah rasanya bercampur aduk, kebahagiaan luar biasa. Ini kado terindah Allah untuk kehidupan kami sekaligus titipan Allah yang harus kami jaga dan didik sebaik-baiknya. Terima kasih Ya Allah untuk kepercayaannya kepada kami. Aku melihat suamiku yang begitu bahagia. Suamiku yang luar biasa memberiku semangat dan ucapan terima kasih mungkin tidak cukup untuk apa yang telah dia lakukan untukku. Ibu, bapak serta budhe Slamet kemudian masuk ke ruangan untuk melihatku dan dedek bayi. Mereka terlihat begitu bahagia. Terima kasih semuanya yang telah mendoakan dan menemaniku.

Pukul 16.30 aku, dedek bayi, suami dan ibuku menuju kamar untuk beristirahat sedang bapak dan budhe pulang. Mulai sore ini aku latihan menyusui dedek bayi namun ASI nya masih belum lancar dan dedeknya juga masih malas menyusu. Kami berada di klinik selama dua hari dan berat badan bayi ketika dibawa pulang turun menjadi 2,78 kg. Hal tersebut normal kata dokter, nanti akan naik berat badannya ketika dedek sudah banyak minum ASI dan biasanya akan kembali ke berat badan sewaktu lahir ketika usia dedek 2 minggu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s