PR Yang Belum Selesai

ayosholatwajib5waktu20rb

Ada banyak ganjalan yang belum bisa aku selesaikan. PR yang masih belum selesai adalah membantu ayahku buat mengenal Allah. Ayahku adalah orang kedua yang aku sayangi setelah ibuku. Beliau adalah sosok yang selalu menginspirasiku, mendukungku dan menasehatiku dalam hal apapun. Sosok ayahku adalah orang yang sangat baik, beliau adalah orang yang ramah, jujur, setia, kuat, gigih, ulet dan tangguh. Beliau tidak pernah memperlihatkan rasa capek maupun sedih. Beliau adalah motivator unggul bagi orang-orang di sekelilingnya. Beliau adalah pejuang tangguh yang membuat musuh menciut dan mundur. Beliau percaya bahwa dengan usaha keras kita mampu melakukan sesuatu yang sebelumnya mustahil buat kita capai. Beliau adalah pelindung terhebat bagi keluarga kami. Beliau adalah inspirasi terhebat yang aku lihat dalam hidupku.

Karena Ayahku begitu istimewa bagiku, aku inginkan yang terbaik buat beliau. Kalau urusan dunia, aku tidak perlu khawatir karena beliau sangat bahagia dengan hidup di dunia yang beliau miliki. Tapi ketika aku mengingat akhirat, tempat dimana kita akan kekal hidup disana, hatiku selalu menangis ingat ayah. Aku ingin beliau dapat surga-Nya Allah. Aku ingin menggapai surga-Nya Allah bersama mereka yang aku sayang. Aku ingin berjuang bersama-sama ayahku untuk menggapai surga-Nya.

Namun, sampai saat ini ayahku sulit sekali buat diajak sholat, aku tak pernah melihat sekalipun beliau sholat di rumah. Dari aku kecil, aku punya cita-cita, ayah menjadi imam sholat dan aku, ibu serta adikku jadi makmumnya. Aku sering membayangkannya. Aku sangat sedih kalau ingat bahwa ayahku belum mau sholat. Aku sedih jika aku ingat akhirat, aku takut ayahku mendapat siksa. Itu karena aku sayang banget sama ayahku. Tak hanya aku sendiri, ibu dan adikku sering mengingatkan ayahku sampai saat ini agar beliau mau sholat, namun memang hati ayahku masih keras buat nerima itu. Banyak usaha yang kami lakukan namun belum berujung indah.

Aku sering bertanya kenapa ayah masih enggan untuk sholat, puasa, dll. Dan jawabnya karena Ayah dari keluarga katolik, yang dididik dan dibesarkan dalam lingkungan katolik. Jawaban yang kadang membuatku kesal karena sekarang ayah adalah seorang Muslim dan sudah seharusnya ayah melaksanakan kewajibannya sebagai Muslim.

Ayah, aku takut sesuatu yang buruk menimpamu sehingga aku mencemaskanmu. Aku begitu sayang padamu, sehingga maafkanlah aku jika aku selalu bertanya-tanya kapan ayah mau sholat? Aku ingin ayah disayang sama Allah. Aku ingin ayah masuk surga-Nya dan bahagia selalu. Ayah, jika kata-kataku sering terdengar mengguruimu, maka maafkanlah aku. Sungguh aku tak bermaksud untuk itu, aku hanya ingin mengingatkanmu. Ketika ayah marah, aku mulai tutup pembicaraanku karena aku takut perdebatan itu membuat hubungan kita buruk. Tapi sungguh aku bingung bagaimana cara untuk bisa mengenalkan Allah pada ayah dengan benar. Ayah bilang ayah tak kenal Allah maka ayah tak sayang, maka izinkanlah aku membantu Ayah buat mengenalkan Allah biar Ayah sayang sama Allah. Ketika ayah udah bisa sayang sama Allah. Allah juga akan lebih sayang sama ayah.

Step demi step aku terus perjuangkan buat ayah. Aku tidak akan menyerah begitu saja. Banyak yang aku siapkan biar ayah mau mendengarkan aku dengan hati ayah yang lembut yang mau menerima kebenaran. Bantu aku ya Allah agar beliau menerima Islam dengan hati yang tulus dan menjalankan ajaran Islam dengan baik. Dan aku berserah pada-Mu, Ya Allah karena hanya Engkau-lah Pembolak-balik hati manusia. Semoga hidayah dari Allah bisa datang kepada ayahku tersayang. Aamiin.

 

2 thoughts on “PR Yang Belum Selesai

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s