Keutamaan Ilmu

12512_646737335351994_722385387_n

“Katakanlah lagi (kepadanya): Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” (QS.Az-Zumar:9)

“Allah menyatakan bahwasanya tidak ada tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu)”. (QS.Ali Imran:18)

“Dan katakanlah, “Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku”(QS.Thaha:114)

“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa lagi Maha Pengampun”.( QS.Fathir:28 )

Ibnu Hajar rahimahullah ketika menjelaskan makna ilmu yang disebutkan dalam Al Quran, beliau mengatakan : Yang dimaksud dengan ilmu adalah ilmu syar’i yang dengannya seorang hamba mengetahui apa yang wajib baginya dari urusan diennya dalam persoalan ibadah, muamalah, ilmu tentang Allah dan sifat-sifatNya, kewajiban dalam menjalankan perintah-Nya serta mensucikan-Nya dari segala bentuik kekurangan.” ( Fathul Bari 1/187 )

Ilmu itu dibagi menjadi dua yaitu ilmu yang bermanfaat dan ilmu yang tidak bermanfaat. Mintalah perlindungan dari ilmu yang tidak bermanfaat.

Dari Zaid bin Arqam bahwasannya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam biasa mengucapkan:”Ya Allah aku berlindung denganMu dari ilmu yang tidak bermanfaat dan dari hati yang tidak khusyu’ dan dari jiwa yang tidak pernah puas dan dari do’a yang tidak dikabulkan”. (HR. Muslim no.2722)

“Mereka mengilmui apa yang nampak dari kehidupan dunia dan mereka lalai dari (kehidupan) akhirat”.(QS. Ar-Ruum:7)

Tanda ilmu yang tidak bermanfaat: menghasilkan kesombongan, kebanggaan, kecongkakan pada pemiliknya; mencari ketinggian dan keunggulan dunia.

Dari Ibnu Umar bahwasannya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:”Barangsiapa yang belajar ilmu untuk selain Allah, atau menghendaki dengannya selain Allah maka hendaknya dia mengambil tempat duduknya dari neraka”.(HR.Tirmidzy:2655)

Al-Hasan berkata:”Ilmu itu ada dua: maka yang pertama adalah ilmu di lisan dan itu adalah merupakan hujjah Allah yang menjatuhkan anak Adam, (dan yang kedua) adalah ilmu yang berada di dalam hati, maka itulah ilmu yang bermanfaat”.(Dikeluarkan oleh Ad-Daarimy (1/102) dengan sanad yang terputus)

Ilmu yang bermanfaat adalah yang memperkenalkan seorang hamba dengan Rabbnya dan menunjukkan dia padaNya sampai dia mengenal Rabbnya, mentauhidkanNya, merasa senang denganNya, menyembah dan beribadah kepadaNya.

Pokok dari Ilmu: Ilmu tentang Allah yang mewajibkan rasa takut kepadaNya, mahabbah kepadaNya, kedekatan kepadaNya, rasa senang kepadaNya, kerinduan kepadaNya, kemudian mengikutinya ilmu tentang hukum-hukum Allah dan apa yang dicintaiNya dan diridloiNya dari seorang hamba dari perkataan atau perbuatan atau keadaan atau keyakinan.

Barangsiapa yang merealisasikan kedua ilmu ini maka ilmunya adalah ilmu yang bermanfaat dan terdapat baginya ilmu yang bermanfaat, hati yang khusyu’, jiwa yang qonaah, dan do’a yang didengar.

Tanda ahli ilmu yang bermanfaat: mereka tidak memandang pada diri-diri mereka suatu keadaan dan kedudukan, dan hati mereka membenci tazkiyah dan pujian serta tidak sombong terhadap seorangpun, pemiliknya tidak mendakwakan ilmu dan membanggakan dengannya atas seorangpun dan tidak menisbatkan kejahilan kepada yang lainnya kecuali terhadap orang yang menyelisihi Sunnah dan Ahlinya maka dia bicara tentangnya karena kemarahan untuk Allah dan bukan untuk dirinya dan tidak bertujuan untuk mengunggulkan dirinya di atas siapapun.

Al-Hasan berkata: “Sesungguhnya seorang yang faqih adalah yang zuhud di dunia lagi suka terhadap akhirat, mengetahui agamanya, dan selalu menekuni ibadah terhadap Rabbnya”.

Di dalam riwayat yang lain darinya dia berkata:”Yang tidak hasad terhadap seorang yang diatasnya, tidak mengejek orang yang dibawahnya, dan tidak mengambil upah atas ilmu yang diajarkan oleh Allah kepadanya”.(Dikeluarkan oleh al-Imam Ahmad di dalam Az-Zuhd hal. 267)

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:”Rasa malu dan diam karena takut salah adalah termasuk keimanan, dan kejelekan lidah dan banyak bicara adalah dua cabang dari kenifaqan”. (HR.Ahmad 5/269)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:“Ketahuilah, bahwasanya dunia itu terlaknat dan terlaknat pula apa-apa yang ada di dalamnya, kecuali dzikrullah dan apa-apa yang bisa mendekatkan diri kepada-Nya, serta seorang yang alim (mengajarkan ilmu), dan orang yang menuntut ilmu “. ( HR. Tirmidzi)

Dari Abu Darda radiyallahu ‘anhu : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:“ Sesungguhnya para malaikat benar-benar membentangkan sayap-sayapnya sebagai keridhoan terhadap penuntut ilmu “. ( HR. Abu Dawud, dan dihasankan oleh Al-Albani)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:Keutaamaan seorang alim dibandingkan seorang abid sebagaimana perbandingan antara bulan dan seluruh bintang . Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para Nabi. Dan sesungguhnya para Nabi tidaklah mewariskan uang dinar atau dirham. Hanya saja mereka mewariskan ilmu. Maka barangsiapa yang mewarisinya, berarti dia telah mengambil bagian yang banyak (keuntungan yang sempurna).” (HR. Tirmidzi dan selainnya)

Dari Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu berkata : bersabda Rosulullah shallallahu ‘alaihi wasallam : “ Barangsiapa yang menempuh suatu jalan dalam rangka menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju ke surga “. (HR.Muslim)

Dari Muawiyah radiyallahu ‘anhu berkata: saya mendengar Rosulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “ Barangsiapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka Allah menjadikannya faqih (faham) dalam agama “ .(Muttaqun ‘alaihi)

cahaya-ilmu

Sumber: Keutamaan Ilmu Salaf, penulis: Ibnu Rojab Al-Hanbaly

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s