Jalan Menuju Surga

abalfazl_by_islamicwallpers-d3k12x8

IBADAH

  • Tauhid kepada Allah, tidak berbuat syirik

“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk”. (QS. Al An’am:82)

  • Keutamaan shalat wajib lima waktu

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:”Shalat wajib lima waktu dan shalat Jum’at ke shalat Jum’at selanjutnya adalah kaffarat (penghapus dosa) di antaranya selama dosa-dosa besar tidak dilakukan.”(HR. Muslim)

  • Keutamaan shalat Subuh dan shalat Ashar

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:”Tidak akan masuk Neraka orang yang shalat sebelum terbit matahari dan shalat sebelum terbenam matahari, yaitu shalat Subuh dan shalat Ashar…”(HR. Muslim)

  • Keutamaan shalat sunnah fajar

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:”Dua rakaat fajar itu lebih baik daripada dunia dan seisinya.”(HR. Muslim)

  • Keutamaan shalat sunnah rawatib

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:”Barangsiapa yang melaksanakan shalat dua belas rakaat dalam sehari semalam, niscaya akan dibangunkan untuknya sebuah rumah di Surga.”(HR. Muslim)

  • Keutamaan shalat sunnah Dzuhur

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:”Barangsiapa yang memelihara shalat empat rakaat sebelum Dzuhur dan shalat empat rakaat setelahnya, niscaya Allah akan mengharamkannya atas Neraka.”(HR. At-Tirmidzi)

  • Keutamaan shalat dhuha dua rakaat

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:”Apabila kamu telah melaksanakan shalat dhuha dua rakaat, maka kamu tidak tercatat termasuk di antara orang-orang yang lalai…”(HR. Al-Bazzar)

  • Keutamaan shalat malam

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Hendaklah kalian melaksanakan qiyamul lail (shalat malam) karena shalat amalan adalah kebiasaan orang sholih sebelum kalian dan membuat kalian lebih dekat pada Allah. Shalat malam dapat menghapuskan kesalahan dan dosa. ” (Lihat Al Irwa’ no. 452. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)

  • Dua raka’at yang dapat menyebabkan masuk Surga

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:”Tidaklah seorang muslim berwudhu’ lalu dia baguskan wudhu’nya, kemudian dia berdiri dan shalat dua rakaat dengan menghadapkan hatinya dan wajahnya pada kedua rakaat itu, melainkan Surga wajib baginya.”(HR. Muslim)

  • Keutamaan shalat dua rakaat setelah melakukan dosa

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:”Tidak ada seorangpun yang berdosa, lalu berdiri dan bersuci, lalu melaksanakan shalat, kemudian memohon ampunan kepada Allah melainkan Allah akan memberikan ampunan untuknya.”Kemudian beliau membaca ayat ini:

وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ

“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka…” (QS.Al-Imraan:135) –(HR. At-Tirmidzi)

  • Hadir di masjid untuk shalat Subuh dan Isya’

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:”Tidak ada shalat yang paling berat bagi orang-orang munafik daripada shalat Subuh dan Isya’. Kalau mereka mengetahui kebaikan yang ada pada kedua shalat tersebut, niscaya mereka pasti akan menghadirinya walaupun dengan merangkak.”(HR. Al-Bukhari dan Muslim)

  • Jangan meninggalkan shalat

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:”Jarak yang memisahkan antara kita dan antara mereka (orang-orang kafir) adalah shalat. Maka barangsiapa yang meninggalkannya, sungguh dia telah kafir.”(HR. At-Tirmidzi)

  • Keutamaan mendapatkan takbiratul ihram

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:”Barangsiapa yang shalat karena Allah selama empat puluh hari bersama jama’ah dan dia mendapatkan takbir pertama (takbiratul ihram), niscaya akan dicatatkan baginya dua keselamatan: (1).Keselamatan dari Neraka.(2).Dan keselamatan dari kemunafikan.”(HR. At-Tirmidzi)

  • Keutamaan shalat Jumat dan bergegas menghadiri masjid dan meraih pahalanya

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:“Pada hari jum`at para malaikat, para malaikat berdiri di pintu-pintu masjid, mencatat orang yang pertama datang kemudian yang pertama. Perumpamaan orang yang bergegas datang sholat jum`at seperti orang yang onta yang digemukkan, setelahnya seperti memberikan sapi, setelahnya seperti memberikan kambing kibas, setelahnya seperti memberikan ayam betina, lalu sebutir telur. Jika imam telah keluar (menuju mimbarnya, red) maka mereka (malaikat) menutup lembaran-lembaran mereka, lalu mendengarkan dzikir” (HR. Muslim dalam shahihnya no. 850, Ahmad dalam musnadnya no. 7510, 7572, 7753 & 10575, Nasa`i dalam sunan al-kubro no. 1689, 1690, 1693 & 1694. Dengan lafadz Ahmad no. 10575)

  • Amalan yang tertulis di ‘Illiyyiin

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:” Barangsiapa yang keluar dari rumahnya dalam keadaan suci untuk shalat wajib, maka pahalanya seperti pahala orang yang haji berihram. Barangsiapa yang melakukan tasbih dhuha dan dia tidak bermaksud kecuali hanya itu, maka pahalanya seperti pahala orang yang umrah. Melaksanakan shalat setelah selesai shalat tanpa melakukan hal yang sia-sia di antara keduanya adalah merupakan sebuah amalan yang tertulis di Illiyyiin. (HR. Abu Dawud)

Tasbih dhuha adalah shalat dhuha. Illiyyiin adalah nama langit ketujuh tapi ada yang berpendapat Illiyyiin adalah kitab amalan orang-orang shalih.

  • Satu kali shalat di masjid Al-Haram menyamai seratus ribu shalat

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:”Shalat di masjidku adalah lebih Afdhal daripada seribu shalat di selainnya kecuali di masjid Al-Haram. Shalat di masjid Al-Haram adalah lebih Afdhal daripada seratus ribu shalat di selainnya.”(HR. Ibnu Majah)

  • Keutamaan shalat ketika terbit matahari

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:”Barangsiapa yang shalat Shubuh berjamaah lalu duduk berdzikir kepada Allah sampai matahari terbit kemudian shalat dua rakaat, maka dia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah sempurna, sempurna, sempurna.”(HR. At-Tirmidzi)

  • Menghadiri shalat jamaah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:“Shalat berjamaah lebih utama dibanding shalat sendirian dua puluh tujuh derajat.” (HR . al-Bukhari no. 645 dan Muslim no. 249)

  • Tidak meninggalkan zakat

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:“Tidaklah pemilik emas dan pemilik perak yang tidak menunaikan haknya (perak) darinya (yaitu zakat), kecuali jika telah terjadi hari kiamat (perak) dijadikan lempengan-lempengan di neraka, kemudian dipanaskan di dalam neraka Jahannam, lalu dibakarlah dahinya, lambungnya dan punggungnya. Tiap-tiap lempengan itu dingin, dikembalikan (dipanaskan di dalam Jahannam) untuk (menyiksa)nya. (Itu dilakukan pada hari kiamat), yang satu hari ukurannya 50 ribu tahun, sehingga diputuskan (hukuman) di antara seluruh hamba. Kemudian dia akan melihat (atau: akan diperlihatkan) jalannya, kemungkinan menuju surga, dan kemungkinan menuju neraka”. [HR Muslim no. 9887, dari Abu Hurairah]

  • Puasa adalah salah satu amalan yang menjauhkan dari Neraka

Diriwayatkan dari Sahal bin Sa’ad dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Sungguh di surga terdapat sebuah pintu bernama Ar-Rayyan, pintu masuk ahli puasa pada hari kiamat, tidak ada seorangpun selain mereka yang masuk melalui pintu itu. Dikatakan: Mana para ahli puasa? Mereka berdiri, tidak ada seorangpun selain mereka yang masuk melalui pintu itu, ketika mereka semua sudah masuk, pintu ditutup sehingga tidak ada seorangpun yang memasuki melalui pintu itu.”(HR. Al-Bukhari)

  • Puasa Ramadhan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:Islam itu dibangun di atas lima perkara: (1) syahadat bahwa tidak ada yang berhak diibadahi melainkan hanya Allah semata dan Muhammad adalah Rasul-Nya, (2) mendirikan shalat, (3) Menunaikan zakat, (5) Naik haji, dan (6) puasa Ramadhan.” (Muttafaq ‘alaih)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala di sisi Allah, niscaya akan diampunkan dosanya yang telah lalu.” (Muttafaqun ‘alaih)

“Apabila telah masuk malam pertama dari bulan Ramadlan, setan-setan yaitu jin-jin yang durhaka akan diikat, pintu-pintu Neraka akan dikunci dan tidak satupun pintu yang terbuka. Pintu-pintu surga akan dibuka dan tidak satupun pintu yang terkunci. Dan akan ada yang menyeru, “Wahai orang yang menginginkan kebaikan kemarilah, dan wahai orang yang menginginkan keburukan tahanlah.” Allah memerdekakan hamba-hambaNya dan itu terjadi pada setiap malam.” (HR At Tirmidzi, ibnu Majah dan lainnya).

  • Menghidupkan lailatul Qodar

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:Carilah lailatul qadar di sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan pada sembilan, tujuh, dan lima malam yang tersisa.” (HR. Bukhari no. 2021)

  • Puasa 6 hari di bulan Syawal

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia seperti berpuasa setahun penuh.” (HR. Muslim no. 1164)

  • Puasa 3 hari setiap bulan

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

Kekasihku (yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) mewasiatkan padaku tiga nasehat yang aku tidak meninggalkannya hingga aku mati: [1] berpuasa tiga hari setiap bulannya, [2] mengerjakan shalat Dhuha, [3] mengerjakan shalat witir sebelum tidur.”( HR. Bukhari no. 1178)

  • Puasa hari Arafah

Abu Qotadah Al Anshoriy berkata: “Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ditanya mengenai keutamaan puasa ‘Arofah? Beliau menjawab, ”Puasa ‘Arofah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa ’Asyura? Beliau menjawab, ”Puasa ’Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu” (HR. Muslim no. 1162).

  • Puasa hari Aasyuraa (10 muharram)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah – Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim no. 1163). An Nawawi -rahimahullah- menjelaskan, “Hadits ini merupakan penegasan bahwa sebaik-baik bulan untuk berpuasa adalah pada bulan Muharram.” (Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 8/55).

  • Keutamaan Haji dan Umrah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:”Umrah ke umrah (berikutnya) adalah penebus dosa di antara keduanya, dan haji mabrur itu tidak ada balasannya selain surga”.(HR. At-Tirmidzi)

  • Berdzikir kepada Allah

“Sungguh, laki-laki dan perempuan muslim, laki-laki dan perempuan mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan ampunan dan pahala yang besar.” (Al-Ahzab: 35)

  • Keutamaan dunia hanyalah dzikir kepada Allah, amal shalih, ilmu

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: “Ketahuilah, bahwa sesungguhnya dunia ini adalah terlaknati, dan segala apa yang ada di dalamnya pun terlaknati, kecuali dzikir kepada Allah, amalan shalih yang mengiringinya dan seorang yang berilmu atau orang yang mempelajari ilmu”.(HR. At-Tirmidzi)

  • Mendatangi majelis-majelis dzikir

Diriwayatkan dari Abu Hurairah dan Abu Said al-Khudri, mereka bersaksi bahwa: “Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: Tidak ada sekelompok kaum pun yang berdzikir kepada Allah, kecuali malaikat akan mengelilingi mereka, rahmat akan menyelimuti mereka, ketenangan akan datang pada mereka, dan Allah akan menyebutnya di dalam orang-orang dekatnya.” (HR Muslim[2])

  • Menyesal terhadap waktu yang berlalu tanpa berdzikir kepada Allah

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:”Penduduk Surga tidak akan menyesal kecuali terhadap waktu yang berlalu sedang mereka tidak berdzikir kepada Allah di dalamnya”.(HR. Ath-Thabrani)

  • Keutamaan menangis karena takut kepada Allah

Dalam hadits yang shahih riwayat Bukhari dan Muslim, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan ada tujuh orang yang akan mendapatkan naungan pada hari kiamat, diantaranya adalah, “Seorang yang mengingat Allah dalam keadaan sendiri dan meneteslah air matanya.”

  • Tiga golongan yang mata mereka tidak akan melihat Neraka

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:”Ada tiga golongan yang mata-mata mereka tidak akan melihat Neraka: (1). Mata yang berjaga-jaga (ketika peperangan) di jalan Allah (2). Mata yang menangis karena takut kepada Allah (3). Mata yang menahan dari hal-hal yang Allah haramkan.”(HR. Ath-Thabrani)

  • Mati syahid di jalan Allah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:”Barangsiapa terbunuh karena membela hartanya, ia syahid, barangsiapa terbunuh karena membela darahnya, ia syahid, barangsiapa terbunuh karena membela agamanya, ia syahid, dan barangsiapa terbunuh karena membela keluarganya, ia syahid.”(HR. Abu Dawud)

  • Berjaga-jaga di jalan Allah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:“Dua mata yang tidak disentuh oleh api Neraka: mata yang menangis karena takut kepada Allah l dan mata yang siaga karena berjaga-jaga (ketika berjihad-ed) di jalan Allah.” (HR. At-Tirmidzi: 1338)

  • Menuntut ilmu syar’i

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:”Barangsiapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju Surga”.(HR. Muslim)

  • Berilmu atas ahli ibadah

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:“Keutamaan orang yang berilmu dibanding dengan ahli ibadah, seperti keutamaan bulan purnama atas seluruh bintang-bintang. Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para nabi. Sesungguhnya para nabi tidaklah mewariskan dinar dan dirham, (tetapi) mereka mewariskan ilmu. Barangsiapa mampu mengambilnya, berarti dia telah mengambil keberuntungan yang banyak.” (HR.Abu Dawud (3641) dan At-Tirmidzi(2682))

Katakanlah: “Apakah sama antara orang-orang yang berilmu dgn orang-orang yang tak berilmu?” (QS. Az-Zumar: 9)

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kalian & orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.” (QS. Al-Mujadilah: 11)

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:“Barangsiapa yang Allah inginkan kebaikan padanya niscaya Allah akan menjadikannya faham dlm masalah agama.” (HR. Al-Bukhari no. 71, 2948, 6882 & Muslim no. 1037)

Dari Abu Ad-Darda` -radhiallahu anhu- dia berkata: Aku mendengar Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam- bersabda:

“Barangsiapa yang menempuh sebuah jalan guna mencari ilmu niscaya Allah akan memudahkan jalannya utk masuk ke dlm surga. Sesungguhnya para malaikat betul-betul meletakkan sayap-sayap mereka pada penuntut ilmu karena mereka ridha dgn apa yang dia tuntut. Sesungguhnya seorang alim (orang yang berilmu) itu dimintaampunkan oleh segala sesuatu sampai ikan-ikan di lautan. Kelebihan seorang alim di atas abid (ahli ibadah) adalah bagaikan kelebihan yang dimiliki oleh bulan di atas bintang-bintang lainnya. Para ulama adalah pewaris para nabi, & sesungguhnya para nabi tidaklah mewariskan dinar & tak pula perak akan tetapi mereka hanya mewariskan ilmu, karenanya barangsiapa yang mengambilnya (ilmu) maka sungguh dia telah mengambil bagian yang sangat besar.” (HR. Abu Daud no. 3642 & At-Tirmidzi no. 2682 & dinyatakan shahih oleh Al-Albani dlm Shahih Al-Jami’ no. 6297)

  • Walau sedikit amal yang diiringi niat memiliki kedudukan yang paling afdhal di sisi Allah

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:”Aku ingin mengabarkan kepada kalian suatu kabar, maka peliharalah! Sesungguhnya dunia hanya untuk empat (golongan) manusia: 1.Seorang hamba yang telah Allah berikan rizki berupa harta dan ilmu, lalu dengan rizki tersebut dia bertaqwa kepada rabbnya, menyambung tali silaturahim dan dia tahu bahwa Allah memiliki hak di dalamnya. Inilah kedudukan yang paling afdhal. 2. Seorang hamba hamba yang telah Allah berikan rizki berupa ilmu dan tidak diberikan rizki berupa harta, namun dia adalah orang yang jujur dalam berniat. Dimana dia berkata,’jika saja aku memiliki harta, sungguh aku akan beramal seperti amalan si Fulan.’Maka dia akan diberikan pahala karena niatnya, sehingga pahala mereka berdua adalah sama. 3. Seorang hamba yang telah Allah berikan rizki berupa harta dan tidak diberikan rizki berupa ilmu, lalu dia menafkahkan hartanya tanpa dasar ilmu, dia tidak bertakwa kepada Rabbnya, tidak menyambung tali silaturahim dan dia tidak tahu bahwa Allah memiliki hak di dalamnya. Inilah kedudukan yang paling hina. 4. Seorang hamba yang tidak Allah berikan rizki berupa harta dan ilmu, lalu dia berkata,’jika saja aku memiliki harta, sungguh aku akan beramal seperti amalan si Fulan. Maka dia akan diberikan dosa karena niatnya, sehingga dosa mereka berdua adalah sama.” (HR. At-Tirmidzi)

  • Shalawat kepada Nabi

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:“Barangsiapa bershalawat untukku dipagi hari sepuluh kali dan di petang hari sepuluh kali, mendapatlah ia syafa’atku pada hari qiamat.” (HR. Al-Thabrânî)

  • Mengucapkan ‘tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah”, mengucapkannya karena mengharapkan wajah Allah

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan atas Neraka orang yang mengucapkan: LAA ILAAHA ILLALLAH, dia mengucapkannya karena mengharapkan wajah Allah”.(HR. Al-Bukhari dan Muslim)

  • Membaca ayat Al Kursi (salah satu sebab masuk surga)

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang membaca ayat Al-Kursi setiap selesai shalat, maka tidak ada yang dapat menghalanginya untuk masuk Surga kecuali jika dia mati”.(HR. An-Nasaa’i)

Maksudnya adalah jika dia mati, dia akan masuk Surga dengan rahmat dan karunia Allah.

  • Membaca Surat Al-Kahfi pada hari Jumat

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:”Barangsiapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jumat, niscaya Allah akan memberikan cahaya baginya di antara dua jumat.”(HR. An-Nasaa’i)

  • Mengucapkan Subhaanallaah wa bi Hamdih

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang mengucapkan, “Subhanallahi wa bihamdihi (Maha suci Allah, dan dengan segala puji untuk-Nya aku memuji-Nya) sebanyak seratus kali dalam sehari, maka segala kesalahannya akan berguguran, meskipun sebanyak buih di lautan”. (HR. Muslim.)

  • Membaca Al-Qur’an dan mentadabburinya

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: “Bacalah oleh kalian Al-Qur’an, karena sesungguhnya dia akan datang pada hari Kiamat sebagai pemberi syafaat bagi para pemiliknya (penghapal Al-Qur’an).”(HR. Muslim)

  • Mengajarkan Al-Qur’an

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang mengajarkan satu ayat dari kitab Allah (Al-Qur’an), maka dia akan mendapatkan pahalanya selama ayat itu dibaca.”(HR. Abu Sahl al-Qaththan)

  • Terdapat keutamaan pergi ke masjid untuk mempelajari atau membaca Al-Qur’an

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa menuju masjid pada waktu pagi hari atau sore hari maka Allah akan memberikan jamuan hidangan baginya di surga pada setiap pagi dan sore.” (HR. Al-Bukhari no. 148 dan Muslim no. 669)

  • Mengucapkan Rodhitu billahi Robba, wabil Islami dina, wabi Muhamadin Nabiya’

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang ketika memasuki waktu pagi mengucapkan:’aku ridha Allah sebagai Rabbku, Islam sebagai agamaku dan Muhammad sebagai Nabiku,’maka aku adalah penjamin baginya. Sungguh aku akan mengambil tangannya sampai aku memasukkannya ke Surga.”(HR. Ath-Thabrani)

  • Amalan-amalan kekal lagi shalih (Al-Baaqiyaat ash-Shaalihaat)

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: “Ucapan: Subhaanallah (Maha Suci Allah), Alhamdulillah (Segala Puji Hanya Milik Allah), Laa Ilaaha Illallaah (Tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah), dan Allaahu Akbar (Allah Maha Besar) sungguh aku lebih cintai dari pada dunia dan seisinya.”(HR. Muslim dan At-Tirmidzi)

Dunia dan seisinya ini maksdunya adalah perhiasan kehidupan dunia.

Selain itu, Laa Haula Walaa Quwwata Illaa Billah (Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah) juga termasuk Al-Baaqiyaat ash-Shaalihaat.

  • Membaca surat Al-Ikhlash

Dari ‘Aisyah, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengutus seseorang pada suatu pasukan. Lalu ia membaca surat dalam shalat pada para sahabatnya dan ia selalu tutup dengan surat “qul huwallahu ahad” (surat Al Ikhlas). Ketika kembali, mereka menceritakan perihal orang tadi kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau pun berkata, “Tanyakan padanya, kenapa ia melakukan seperti itu?” Mereka pun bertanya pada orang tadi, ia pun berkata, “Karena di dalam surat Al Ikhlas terdapat sifat Ar Rahman (sifat Allah) dan aku pun suka membaca surat tersebut.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Katakan padanya bahwa Allah mencintainya.” (HR. Bukhari no. 7375).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Barang siapa yang membaca { قل هو الله أحد }  Qul Huwallah Ahad sepuluh kali Allah akan bangunkan untuknya rumah di surga”. (HR. Ahmad disahihhkan Al-Abani)

  • Berdakwah (menyeru) kepada Allah dan berusaha untuk memberi petunjuk kepada manusia

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:”Barangsiapa yang menyeru kepada suatu petunjuk, niscaya dia akan mendapatkan pahala sama seperti pahala-pahala orang yang mengikutinya. Hal itu tidak akan mengurangi dari pahala-pahala mereka sedikitpun.”(HR. Muslim)

  • Membaca Doa kafaratul majlis

Abu Hurairah r.a berkata. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Barangsiapa yang berada pada suatu majlis, kemudian pada majlis tersebut tedapat banyak perkataan yang tidak berguna, lalu sebelum beranjak meninggalkan majlis, mengatakan hal yang ini (Kaffaratul Majlis) , ‘ Mahasuci Engkau ya Allah  dan segala puji bagi-Mu, aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau,,aku memohon ampun pada-Mu.’ Kecuali telah diampuni baginya apa yang ada pada majlis tersebut. “ (HR Tirmidzi)

  • Keutamaan adzan dan para muadzin

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:”Seorang muadzin akan diberikan ampunan untuknya sepanjang suara yang dia kumandangkan dan pahalanya sama seperti padala orang-orang yang shalat bersamanya.”(HR. Ath-Thabrani)

  • Menjawab adzan

“Seseorang yang mendengarkan adzan, hendaklah mengucapkan sebagaimana yang diucapkan oleh muadzin, kecuali dalam kalimat: Hayya ‘alash shalaah dan Hayya ‘alal falaah. Maka mengucapkan: ’Laa haula wala quwwata Illa billah’.” (HR. Bukhari: 1/152, Muslim: 1/288)

  • Keutamaan pergi ke masjid

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:”Berikanlah kabar gembira bagi orang-orang yang berjalan di dalam kegelapan untuk menuju masjid, mereka akan mendapatkan cahaya yang sempurna pada hari kiamat.”(HR. Abu Dawud)

  • Tujuh golongan yang akan Allah berikan naungan di dalam naungan-Nya

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:”Ada tujuh golongan yang akan Allah berikan naungan kepada mereka di dalam naungan-Nya pada hari tidak ada naungan kecuali naungan-Nya: (1).Pemimpin yang adil.(2).Seorang pemuda yang tumbuh dalam peribadatan kepada Allah.(3).Seorang lelaki yang hatinya bergantung pada masjid.(4).Dua lelaki yang saling mencinta di jalan Allah, mereka berkumpul karena-Nya dan berpisah karena-Nya.(5).Seorang lelaki yang diajak berzina oleh wanita yang memiliki kedudukan dan kecantikan, namun dia berkata: Sesungguhnya aku takut kepada Allah.(6).Seorang lelaki yang bersedekah dengan suatu sedekah yang dia sembunyikan hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya.(7).Seorang lelaki yang berdzikir kepada Allah dengan menyendiri lalu berlinangan air matanya.”(HR. Al-Bukhari dan Muslim)

  • Keutamaan berwudhu’

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:”Barangsiapa yang berwudhu’ lalu dia baguskan wudhu’nya niscaya akan keluar dosa-dosanya dari jasadnya hingga dari bawah kuku-kukunya.”(HR. Muslim)

  • Bertasyahud (menyebutkan syahadat) setelah berwudhu’

Hal ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam: “Tidaklah salah seorang dari kalian berwudhu dan ia menyempurnakan wudhunya kemudian membaca, “Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah” melainkan akan dibukakan baginya pintu-pintu surga yang jumlahnya delapan, dan dia bisa masuk dari pintu mana saja ia mau”.(HR. Muslim no. 234)

At Tirmidzi menambahkan lafafdz,

اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِى مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ

“Ya Allah jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku termsuk orang-orang yang selalu mensucikan diri”. (HR. Tirmidzi no. 55)

  • Keutamaan bersiwak

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:”Siwak adalah sebab kesucian untuk mulut dan sebab keridhaan dari Rabb.”(HR. Al-Bukhari)

  • Keutamaan bermalam (tidur) dalam keadaan suci (berwudhu’)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:“Barangsiapa yang tidur dalam kedaan suci, maka Malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dan tidaklah ia bangun melainkan Malaikat berdo’a: ‘Ya Allah, ampunilah hamba-Mu si fulan karena ia tidur dalam keadaan suci.’ (Al-Ihsaan fii Taqriib Shahiih Ibni Hibban, kitab ath-Thahaarah, bab Fardhil Wudhu’ (III/ 328-329 no: 1051).

  • Waktu pengabulan doa pada hari Jumat

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:” Carilah oleh kalian waktu yang diharap-harapkan pada hari Jum’at, yaitu setelah Ashar sampai terbenamnya matahari”.(HR. At-Tirmidzi)

  • Banyak berdoa kepada Allah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:” Tidak ada sesuatu apapun yang lebih mulia bagi Allah daripada doa”.(HR. Ibnu Majah)

Berdoa yang diucapkan setelah bangun dari ruku’

  • Berlindung diri dari setan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:” Barangsiapa yang ketika keluar dari rumahnya mengucapkan:’Dengan menyebut nama Allah, aku bertawakkal kepada Allah. Tidak ada daya dan kekuatan melainkan hanya dengan pertolongan Allah, niscaya ketika itu akan dikatakan kepadanya: Kamu pasti akan diberikan kecukupan, perlindungan dan petunjuk. Setan pun akan menjauh darinya seraya berkata kepada setan lainnya: Bagaimana mungkin kamu sanggup mengganggu seseorang yang telah diberikan petunjuk, kecukupan dan perlindungan?”.(HR. Abu Dawud)

  • Doa yang paling afdhal

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:” Tidak ada doa yang paling afdhal yang diucapkan oleh seorang hamba daripada (doa ini): Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu keselamatan di dunia dan di akhirat.”(HR. Ibnu Majah)

  • Kondisi yang menjadikan seorang hamba lebih dekat dengan Rabbnya

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:” Kondisi yang menjadikan seorang hamba lebih dekat dengan Rabbnya adalah ketika dia dalam keadaan sujud. Maka perbanyaklah doa!”.(HR. Muslim)

  • Berdoa ketika ayam jantan berkokok

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:” Apabila kalian mendengar ayam jantan berkokok, maka mohonlah kepada Allah dari karunia-Nya. Karena sesungguhnya ayam jantan itu melihat malaikat. Apabila kalian mendengar ringkikan keledai, maka mohonlah perlindungan kepada Allah dari setan. Karena sesungguhnya keledai itu melihat setan.”(HR. Al-Bukhari dan Muslim)

  • Berlindung kepada Allah dari takdir yang buruk dan hinanya kesengsaraan

Diriwayatkan dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu berlindung kepada Allah dari bencana yang dahsyat, hinanya kesengsaraan, buruknya takdir dan kesenangan para musuh.”(HR. Al-Bukhari dan Muslim)

  • Doa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang paling sering Beliau ucapkan

Doanya: Robbana atina fiddunya hasanah wa fil akhiroti hassanah wa qina adza bannar. (dari hadist riwayat Al-Bukhari dan Muslim)

Artinya : Ya Tuhanku berikanlah aku kebaikan di dunia dan akhirat, dan jauhkanlah aku dari api neraka.

  • Makan dengan berdoa dan berpakaian dengan berdoa, maka diberikan ampunan kepadanya
  • Keutamaan beramal shalih pada sepuluh hari pertama dari bulan Dzulhijjah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:“Tidak ada amalan shalih yang lebih dicintai Allah daripada amalan yang dilakukan di sepuluh hari ini (hari-hari pertama bulan Dzulhijjah). Maka para sahabat bertanya, “Tidak juga jihad fi sabilillah? ” Beliau menjawab, “Tidak juga jihad fi sabilillah. Kecuali seseorang yang keluar dengan membawa jiwa dan hartanya namun tidak ada satupun yang kembali.” (HR. Bukhari 2/457)

ADAB DAN AKHLAK

  • Berakhlak mulia

Diriwayatkan dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam pernah ditanya tentang perkara yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam Surga. Beliau menjawab,”Takwa kepada Allah dan akhlaq mulia.” Beliau juga pernah ditanya tentang perkara yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam Neraka. Beliau menjawab,”Mulut dan kemaluan.” (HR. At-Tirmidzi)

  • Berbakti kepada orang tua

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak…”.(QS. An Nisaa’:36)

  • Menyambung tali silaturahim

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: “Tidak akan masuk surga orang yang memutus tali silaturahim”.(HR. Muslim)

  • Mendoakan setiap mukmin dan mu’minah

“Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan”.(QS. Nuuh:28)

  • Berkasih sayang

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: “Orang-orang yang penuh kasih akan selalu dikasihi oleh Ar-Rahmaan (Dzat yang Maha Pengasih). Kasihilah orang-orang yang ada di bumi, niscaya kalian akan dikasihi oleh Dzat yang berada di langit”.(HR. At-Tirmidzi)

  • Qarib (dekat dengan hati-hati manusia, penyayang dan tidak kasar)

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: “maukah kalian aku kabarkan tentang orang yang haram atas api neraka atau orang yang api neraka haram atasnya? Neraka haram atas setiap orang yang qarib, lembut, dan mudah”.  (dihasankan oleh Imam At-Tirmidzi)

  • Menyebarkan salam

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:”Sesungguhnya orang yang paling utama bagi Allah adalah orang yang memulai mereka dengan mengucapkan salam”.(HR. Abu Dawud)

  • Membantu manusia dalam masalah hutang

“…dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang orang yang beruntung”.(QS. Al Hasyr:9)

  • Menahan amarah

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang menahan emosinya, niscaya Allah akan menutupi aibnya. Barangsiapa yang menahan amarahnya padahal dia mampu meluapkannya, niscaya pada hari Kiamat, Allah akan memenuhi hatinya dengan keridhaan”.(HR. Ath-Thabrani dan Ibnu Abi ad-Dunya)

  • Menyebarkan salam dan berbicara baik (sebab turunnya ampunan)

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:”Sesungguhnya di antara sebab-sebab turunnya ampunan adalah menyebarkan salam dan berbicara yang baik.”(HR. Ath-Thabrani)

  • Mengajarkan kebaikan kepada manusia

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:”Sesungguhnya Allah, para malaikat-Nya dan para penduduk langit dan bumi, sampai semut yang di dalam lubangnya juga ikan, mereka akan mendoakan orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia.”(HR. At-Tirmidzi)

  • Menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar, menyingkirkan gangguan di jalan

“Maka tatkala mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami selamatkan orang-orang yang melarang dari perbuatan jahat dan Kami timpakan kepada orang-orang yang zalim siksaan yang keras, disebabkan mereka selalu berbuat fasik”.(QS. Al-A’raaf:165)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:”Sesungguhnya setiap manusia dari anak cucu Adam telah tercipta atas tiga ratus enam puluh persendian. Maka barangsiapa yang bertakbir kepada Allah, bertahmid, bertahlil, bertasbih, beristighfar, menyingkirkan batu, duri atau tulang dari jalanan manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah kepada yang mungkar sejumlah tiga ratus enam puluh tersebut, sesungguhnya pada hari itu dia berjalan sedangkan dirinya telah dijauhkan dari Api Neraka.”(HR. Muslim)

  • Berbuat yang ma’ruf

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:”Perbuatan-perbuatan yang ma’ruf dapat melindungi dari kejadian-kejadian buruk. Sedekah secara sembunyi-sembunyi dapat memadamkan amarah Rabb. Menyambung silaturahim menambah umur. Setiap perbuatan ma’ruf adalah sedekah. Para pelaku kema’rufan di dunia mereka adalah para pelaku kema’rufan di akhirat. Para pelaku kemungkaran di dunia mereka adalah para pelaku kemungkaran di akhirat. Orang yang paling pertama masuk Surga adalah para pelaku kema’rufan.”(HR. Ath-Thabrani)

  • Menggali kuburan, memandikan mayit dan mengkafankannya kemudian menshalati jenazah dan mengantarkan ke pemakaman.

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa memandikan mayit seorang muslim dan menyembunyikan aibnya, maka Allah akan memberikan ampunan empat puluh kali kepadanya. Barangsiapa mengkafaninya, niscaya Allah akan memakaikan pakaian dari kain sutera tipis dan sutera tebal. Barangsiapa menggali kuburan untuk mayit dan menguburkannya, maka Allah akan mengalirkan pahala baginya sampai hari kiamat seperti pahala tempat tinggal yang dia berikan.” (HR. Al-Hakim dan Al-Baihaqi)

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang menshalati jenazah dan tidak mengantarkannya, maka dia akan mendapatkan satu qirath. Jika dia mengantarkannya, maka dia akan mendapatkan dua qirath”. Beliau ditanya, “Apakah qirath itu?” Beliau menjawab,”Yang paling kecilnya adalah seperti gunung Uhud.”(HR. Muslim)

  • Memperbanyak jumlah orang yang menshalati jenazah dari kalangan ahli tauhid

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:”Tidaklah seorang muslim meninggal lalu empat puluh orang yang tidak pernah berbuat kesyirikan kepada Allah sedikitpun menshalati jenazahnya, melainkan Allah akan memberikan syafaat kepada mereka karenanya.”(HR. Muslim)

  • Keutamaan berpuasa, mengiringi jenazah, memberi makan orang miskin, menjenguk orang sakit
  • Berbuat baik kepada tetangga dan tidak menyakiti tetangga

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:”Tidaklah akan masuk Surga orang yang tetangganya tidak merasa aman dari gangguan-gangguannya.”(HR. Muslim)

  • Cinta di jalan Allah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:”Allah berfirman,’Kecintaan-Ku berhak bagi orang-orang yang saling mencinta di jalan-Ku, bagi orang-orang yang saling mengadakan majlis di jalan-Ku, bagi orang-orang yang saling berkunjung di jalan-Ku, dan bagi orang-orang yang saling memberi di jalan-Ku.”(HR. Malik)

  • Berjabat tangan untuk sesama ikhwan atau sesama akhwat bukan antara ikhwan dan akhwat

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:”Tidaklah dua orang muslim saling berjumpa dan saling berjabat tangan, melainkan keduanya akan diberikan ampunan sebelum keduanya saling berpisah.”(dihasankan oleh Imam At-Tirmidzi)

  • Membela harga diri saudaranya di saat ketidakhadirannya

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:”Barangsiapa yang membela harga diri saudaranya, niscaya pada hari Kiamat Allah akan memalingkan wajahnya dari Api Neraka.”(dihasankan oleh Imam At-Tirmidzi)

  • Jangan bermuka dua

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:”Sesungguhnya di antara orang-orang yang paling buruk adalah orang yang bermuka dua, yaitu orang yang mendatangi suatu kaum dengan satu muka dan mendatangi kaum yang lain dengan satu muka yang lain pula.”(HR. Muslim)

  • Jangan mengadu domba

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:”Tidaklah masuk surga orang yang suka namimah (mengadu domba).”(HR. Muslim)

  • Memberi maaf dan lapang dada

“Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma´ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh”. (QS: Al-A’raf Ayat: 199)

  • Kewajiban menutup aib-aib kaum muslimin dan larangan menyebarkan aib-aib kaum muslimin tanpa kepentingan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:”Tidaklah seorang hamba menutupi (aib) seorang hamba lainnya di dunia melainkan Allah akan menutupi (aib)nya di hari Kiamat.”(HR. Muslim)

“Sesungguhnya orang-orang yang suka sekali supaya tersebar berita-berita keji dalam kalangan orang-orang yang beriman, me­reka akan mendapat azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Allahlah yang Maha Tahu dan kamu semua tidaklah menge­tahui.”(QS. An-Nuur:19)

  • Meninggalkan debat kusir walaupun berada dalam posisi benar

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:”Aku adalah penjamin dengan sebuah rumah di bawah Surga bagi orang yang meninggalkan debat kusir walaupun dia benar, dengan sebuah rumah di tengah Surga bagi orang yang meninggalkan dusta walaupun dia bergurau, dan dengan sebuah rumah di atas Surga bagi orang yang baik akhlaknya.”(HR. Abu Dawud)

  • Mendamaikan di antara manusia

Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau Mengadakan perdamaian di antara manusia. dan Barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keredhaan Allah, Maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar”. (QS. An Nisa: 114)

  • Membangun masjid

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:”Barangsiapa yang membangun masjid karena Allah seperti kandang burung atau lebih kecil lagi, niscaya Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah di Surga.”(HR. Ibnu Majah)

  • Menanggung nafkah anak-anak yatim dan para janda
  • Memperbanyak anak keturunan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:”Apabila manusia mati, maka terputuslah pahala amalannya kecuali dari tiga perkara: (1). Sedekah jariyah. (2). Ilmu yang bermanfaat. (3). Atau anak shalih yang selalu berdoa untuknya.”(HR. Muslim)

  • Keutamaan orang yang memiliki anak-anak perempuan dan mampu mendidik mereka dengan baik

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:”Barangsiapa yang diberikan ujian dengan suatu cobaan dari anak-anak perempuan lalu dia dapat berbuat baik kepada mereka, niscaya mereka akan menjadi penghalang baginya dari Neraka.”(HR. Al-Bukhari dan Muslim)

  • Menumbuhkan anak-anak di atas ketaatan beribadah kepada Allah
  • Menghafal dan mengajarkan hafalan Al-Qur’an kepada anak-anak
  • Amal-amal perbuatan yang pahalanya dapat menyusul seorang mu’min setelah kematiannya

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:”Sesungguhnya di antara perkara-perkara yang dapat menyusul seorang mu’min dari pahala amal perbuatan dan kebaikan-kebaikannya setelah kematiannya adalah: (1). Ilmu yang dia ajarkan dan dia sebarkan (2). Anak shalih yang dia tinggalkan (3). Al Qur’an yang dia wariskan (4). Masjid yang dia bangun (5). Penginapan yang dia bangun untuk para musafir (6). Sungai yang dia alirkan (7). Dan sedekah yang dia keluarkan dari hartanya pada waktu sehat dan masa hidupnya. Itu semua, pahalanya akan menyusulnya setelah kematiannya.”(HR. Ibnu Majah)

  • Keutamaan orang yang ditinggal mati oleh anaknya yang kecil lalu dia bersabar
  • Pahala orang yang keguguran bayi lalu dia bersabar

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:”Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, sesungguhnya bayi yang keguguran akan menarik ibunya dengan tali-tali pusarnya menuju Surga apabila dia (si ibu) mengharapkan pahalany”.(HR. Ahmad)

  • Keutamaan dan kewajiban seorang suami untuk berbuat baik kepada istrinya

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:”Orang yang paling sempurna keimanannya di kalangan orang-orang mu’min adalah orang yang paling baik akhlaqnya. Sebaik-baik kalian adalah orang-orang yang terbaik bagi istri-istrinya.”(dihasankan oleh Imam At-Tirmidzi)

  • Kewajiban seorang istri untuk taat kepada suaminya dan itu merupakan salah satu sebab yang dapat memasukkannya ke Surga

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:”Apabila seorang wanita melaksanakan shalat lima waktunya, berpuasa bulan Ramadhannya, memelihara kemaluannya, dan taat kepada suaminya, maka akan dikatakan kepadanya: Masuklah kamu ke dalam Surga dari pintu-pintu Surga manapun yang kamu sukai”.(HR. Ahmad)

  • Bersabar ketika tertimpa musibah

“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. bertakwalah kepada Tuhanmu”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.”(QS. Az-Zumar:10)

  • Besarnya ujian kehidupan dapat menghapuskan dosa-dosa

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:”Ujian akan terus menimpa seorang mu’min atau mu’minah, baik yang menimpa tubuhnya, hartanya maupun anaknya, sampai dia berjumpa dengan Allah dan dia tidak menanggung satu dosapun.”(HR. Ahmad)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:”Rasa pusing seorang mu’min, sebuah duri menusuknya atau sesuatu apapun yang menyakitinya, dengan itu semua Allah akan mengangkatnya pada hari Kiamat satu derajat dan menghapuskan dosa-dosanya dari dirinya.”(HR. Ibnu Abi ad-Dunya)

  • Keutamaan orang yang kehilangan indera penglihatannya lalu dia bersabar

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:”Sesungguhnya Allah berfirman: (Apabila Aku menguji hamba-Ku dengan kehilangan indera kedua matanya lalu dia bersabar, niscaya Aku akan menggantikan keduanya dengan Surga).”(HR. Al-Bukhari)

  • Enam perkara yang dapat menyebabkan masuk Surga

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:”Jaminlah oleh kalian enam perkara dari diri kalian untukku, niscaya aku akan jamin Surga untuk kalian: (1) Jujurlah apabila kalian berbicara (2)Penuhilah apabila kalian berjanji (3) Tunaikanlah amanat apabila kalian diberi amanat (4) Peliharalah kemaluan-kemaluan kalian (5) Tundukkanlah pandangan-pandangan mata kalian (6) Tahanlah tangan-tangan kalian”.(HR. Ahmad)

  • Keutamaan orang yang kehilangan kekasih lalu dia bersabar

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:”Allah  berfirman: (Tidaklah seorang hamba-Ku yang mu’min mendapatkan pahala dari sisi-Ku ketika Aku mengambil orang yang dia cintai kemudian dia mengharapkan balasannya melainkan Surga).”(HR. Al-Bukhari)

Shafiyyuhu adalah orang yang dia cintai. Imam Az-Zabidi berkata: yaitu yang dicintai oleh manusia, seperti ayah, ibu, anak lelaki, anak perempuan, istri/suami dan seluruh yang dicintai oleh manusia.

  • Keutamaan memberikan syafa’at dalam kebaikan

“Barangsiapa yang memberikan syafa’at yang baik, niscaya ia akan memperoleh bahagian (pahala) dari padanya. Dan barangsiapa memberi syafa’at yang buruk, niscaya ia akan memikul bahagian (dosa) dari padanya. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”(QS. An Nisaa:85)

Syafaat yang baik ialah setiap syafaat yang ditujukan untuk melindungi hak seorang muslim atau menghindarkannya dari sesuatu kemudharatan.

  • Keutamaan memenuhi kebutuhan-kebutuhan kaum muslimin

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:“Seorang muslim dengan muslim yang lain adalah bersaudara. Ia tidak boleh berbuat zhalim dan aniaya kepada saudaranya yang muslim. Barangsiapa yang membantu kebutuhan saudaranya, maka Allah akan memenuhi kebutuhannya. Barangsiapa yang melepaskan seorang muslim dari suatu kesulitan, maka Allah akan melepaskannya dari kesulitan pada hari kiamat. Dan barangsiapa yang menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutupi aibnya pada hari kiamat kelak.” (HR. Al-Bukhari no. 2442 dan Muslim no. 2580)

  • Apabila Allah mencintai seorang hamba, Allah akan menjadikannya dicintai di kalangan para hamba-Nya

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:”Sesungguhnya Allah apabila mencintai seorang hamba, Allah memanggil Jibril: (sesungguhnya Allah telah mencintai si Fulan, maka cintailah dia). Maka Jibril pun mencintainya. Kemudian Jibril memanggil di langit: Sesungguhnya Allah telah mencintai si Fulan maka cintailah dia. Maka penduduk langit pun mencintainya dan penerimaan akan diberikan untuknya di kalangan penduduk bumi”( HR. Al-Bukhari dan Muslim)

  • Keutamaan beramal shalih dan mendapatkan kecintaan manusia

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shalih, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam(hati) mereka rasa kasih sayang.”(Qs. Maryam: 96)

  • Memakai pakaian sederhana, tidak berlebihan dan untuk merendahkan diri

“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah disetiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan”. (QS. Al A`raaf : 31)

  • Keutamaan bersikap rendah diri dan tidak sombong

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:”Tidaklah seseorang berendah diri karena Allah, melainkan Allah akan mengangkat derajatnya.”(HR. Muslim)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:”Barangsiapa yang mudah, lunak dan lembut niscaya Allah akan mengharamkannya atas Neraka.”( HR. Al Hakim dan Al Baihaqi)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:”Tidak akan masuk Surga orang yang di dalam hatinya ada seberat biji sawi dari sikap sombong.”(HR. Muslim)

  • Keutamaaan seorang yang menjaga kehormatannya baik pada kemaluannya atau perutnya

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:”Penduduk Surga ada tiga macam: (1) Seorang yang memiliki kekuasaan, yang berlaku adil, yang bersedekah, lagi mendapat taufik (2) Seorang lelaki yang penyayang, hatinya lembut terhadap seluruh karib kerabat dan orang muslim (3) Seorang miskin yang menjaga kehormatannya yang memiliki tanggungan nafkah.”(HR. Muslim)

  • Keutamaan orang yang panjang umurnya dan baik amalannya

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:”Sebaik-baiknya manusia adalah orang yang panjang umurnya dan baik amalannya.”(dihasankan oleh Imam At-Tirmidzi)

  • Sedekah merupakan keselamatan pada hari Kiamat

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:” Shalat adalah cahaya, sedekah merupakan bukti, sabar itu sinar panas, sementara Al-Quran bisa menjadi pembelamu atau sebaliknya, menjadi penuntutmu.” (HR. Muslim 223)

Infakkanlah sebagian dari apa yang Aku berikan kepada kalian, sebelum kematian mendatangi kalian, kemudian dia meng-iba: “Ya Rab, andai Engkau menunda ajalku sedikit saja, agar aku bisa bersedekah dan aku menjadi orang shaleh.” (QS. Al-Munafiqun: 10)

  • Mempersiapkan kebutuhan orang yang berperang di jalan Allah

Dari Zaid bin Khalid radiyalhu’anhu, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa yang mempersiapkan keperluan seseorang yang mau perang maka ia telah berperang, dan barang siapa yang mengurus dengan baik keluarga yang ditinggal berperang maka dia ikut berperang”(Muttafaq ‘alaih)

Dari Abi Umamah radiyallahuanhu, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:” Shadaqah yang paling afdhal adalah mempersiapkan tenda yang bisa dipergunakan sebagai naungan sewaktu berperang di jalan Allah, dan memberikan pelayan untuk ikut berperang di jalan Allah, atau memberikan kendaraan yang kuat untuk berperang di jalan Allah” (HR Tirmidzi, Syaikh Salim berkata:Hasan lighairihi)

  • Memberi makanan berbuka bagi orang yang berpuasa

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:”Barangsiapa memberi buka orang puasa, ia mendapat pahala seperti pahalanya tanpa dikurangi sedikitpun.”(HR. Mundziri)

Sumber dari Buku: 175 Jalan Menuju Surga, Penulis: Nayef bin Mamduh Alu Su’ud

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s