Islam Vietnam

Sejarah

Islam masuk ke Vietnam sejak kekhalifahan Utsman bin Affan. Dikisahkan, kekhalifahan ini mengirim utusan resminya pertama kali ke Vietnam dan Cina (Dinasti Tang) pada tahun 650 M. Ada pula yang mengisahkan bahwa Islam sampai ke negara yang beribu kota di Hanoi itu karena dibawa oleh pedagang Muslim dari Arab, India, Persia, ataupun Asia Tenggara, terutama Malaysia pada sekitar abad ke-10. Para pedagang tersebut akan berhenti untuk beristirahat dan berdagang di Vietnam yang saat itu masih dikuasai Kerajaan Champa sebelum mereka melanjutkan perjalanan ke Cina. Masyarakat dari kerajaan itu sering disebut sebagai orang-orang Cham.

Dahulu, masyarakat Cham adalah penganut agama Hindu dan telah menguasai bagian tengah dan selatan Vietnam selama ratusan tahun. Seiring waktu, mereka memeluk agama Islam. Kerajaan Islam Campa yang menjadi Negara Islam pertama di Asia Tenggara. Sisa-sisa kerajaan itu masih ada di bagian tengah dan selatan Vietnam.

Pada akhir abad ke-15, Kerajaan Champa tergusur ke arah selatan dan lama-lama pengaruhnya semakin hilang. Saat ini, sekitar 80% masyarakat Cham sudah menjadi Muslim.

Perkembangan Islam

Jumlah penganut Islam meningkat ketika sultan Malaka memperluas kekuasannya pada 1471 setelah Kerajaan Champa hancur. Namun, Islam tidak menyebar luas di antara penduduk Vietnam sampai pertengahan abad ke-17. Pada pertengahan abad ke-19, banyak Muslim Champa di Vietnam yang ber-imigrasi ke Kamboja dan menetap di wilayah delta Sungai Mekong.

Pada abad ke-20, Malaysia memberikan pengaruh yang besar kepada Muslim Vietnam. Literatur keagamaan semakin banyak yang diimpor dari Malaysia. Bahkan, sejumlah ulama didatangkan dari Malaysia. Mereka memberikan khotbah di masjid-masjid dengan bahasa Melayu. Pada saat yang sama, semakin banyak pula warga Muslim Vietnam yang pergi ke Malaysia untuk belajar Islam.

Setelah berdirinya Republik Sosialis Vietnam pada 1976, sejumlah 55.000 Muslim Vietnam berimigrasi ke Malaysia. Sebanyak 1.750 Muslim juga diterima sebagai imigran oleh Pemerintah Yaman dan tinggal di Ta’izz.

Namun, masih ada sejumlah Muslim yang tetap tinggal di Vietnam meski mereka berada dalam tekanan. Seperti dilaporkan para penulis pada masa itu, sejumlah masjid ditutup oleh pemerintah sosialis. Pada 1985, komunitas Muslim Vietnam, khususnya di Ho Chi Minh City, mulai terdiversifikasi. Mereka tidak hanya orang asli Vietnam, tapi juga berasal dari sejumlah negara, seperti Indonesia, Malaysia, Pakistan, Yaman, Oman, dan Afrika Utara.1

Populasi Muslim di Vietnam

Secara umum, total populasi Muslim, terutama dari komunitas Cham, di negara yang berpenduduk 86 juta orang itu sekitar 100 ribu orang. Namun, menurut hasil survei yang dilakukan The Pew Research Center pada Oktober 2009, jumlah umat Islam di Vietnam mencapai 71.200 jiwa. Angka itu naik dibandingkan data hasil sensus pada 1999 yang hanya 63.146 jiwa.

Sekitar 77 persen umat Islam di Vietnam menetap di wilayah tenggara, yakni 34 persen di Provinsi Ninh Thuan, 24 persen di Provinsi Binh Thuan, dan sebanyak 9,0 persen di Kota Ho Chi Minh. Sekitar 22 persen menetap di wilayah Delta Sungai Mekong, khususnya di Provinsi An Giang Province. Sisanya, sekitar 1,0 persen Muslim tersebar di wilayah-wilayah lainnya di negeri itu.

2 Champ Muslim Women

 A Cham Muslim wedding in a small village near Chau Doc, Vietnam.

4

Champ Muslim

Dakwah Islam

 5

The Central Mosque Ho Chi Minh City (Al-Jami’a Al-Muslimin Mosque)

Masjid Al-Jami’a Al-Muslimin selesai dibangun tahun 1935 oleh para pedagang dari India yang menjalankan bisnis diwilayah tersebut. Namun kemudian kebanyakan dari mereka pergi dari Vietnam selama berkecamuknya perang dunia kedua. Mengingat pembangunannya di tahun 1935 itu artinya masjid ini dibangun semasa penjajahan Prancis di Vietnam. Namun kemudian di renovasi pada saat Vietnam Selatan berada di bawah kendali Amerika Serikat, pada era 1970-an.

Terdapat dua mazhab besar umat Islam di Vietnam, yaitu Mazhab Sunni dan Mazhab Bani. Mazhab Sunni tersebar hampir di seluruh penjuru negara. Sedangkan, Mazhab Bani banyak berkembang di daerah Ninh Thuan dan Binh Thuan. Mazhab ini tidak banyak dikenal oleh umat Islam di dunia, salah satunya karena dinilai banyak bertentangan dengan ajaran Islam yang benar.

Kini, di negara itu juga sudah ada Alquran dengan terjemahan bahasa Vietnam. Sementara, jumlah masjid di seluruh penjuru Vietnam mencapai sekitar 100 buah. Sekitar 16 masjid di antaranya terdapat di Kota Ho Chi Minh. Kebanyakan dari masjid tersebut didanai oleh negara-negara Muslim. Salah satunya, yaitu Masjid Jamiul Anwar, yang dibangun pada 2006. Masjid itu didanai oleh Uni Emirat Arab dan Palang Merah.

Meski mendapatkan dukungan dari Timur Tengah, hubungan erat umat Islam di Vietnam justru lebih terjalin dengan Malaysia dan Indonesia. Hal ini karena mereka merasa lebih dekat secara kultural. Hubungan erat itu dimulai sekitar 20 tahun lalu saat Vietnam secara bertahap membuka diri secara ekonomi.

Seorang Muslim bernama Hachot mengaku dirinya tak merasa menjadi bagian dari masyarakat Vietnam yang lebih luas meskipun pemerintah telah membantu membangun kembali rumahnya beberapa tahun lalu. Menurut dia, sikap kelompok mayoritas, yakni etnis Kinh terhadap umat Islam yang beretnis Champ, amat beragam. “Beberapa Kinh mengatakan Champ kotor karena keberatan dengan sikap Muslim yang mengharamkan daging babi,” katanya.

Pada masa-masa awal kemunculan Islam, makanan halal memang sulit ditemukan di Vietnam. Namun, kini seiring meningkatnya jumlah penduduk dan turis Muslim yang kebanyakan dari Singapura, Indonesia, dan Malaysia, banyak restoran halal yang dibuka di Hanoi dan Ho Chi Minh City. Bahkan, ada website khusus yang dibuat untuk menyediakan informasi tentang semua restoran halal yang ada di Vietnam, yaitu gohalalplanet-vietnam. com. Mereka juga menawarkan produk halal ke seluruh negara tersebut. Website ini bisa membantu mempromosikan tur halal di wilayah tersebut. Selain itu, sekarang sertifikasi halal diberlakukan ketat di negeri ini. Negeri yang perekonomiannya mulai menggeliat ini mulai menyasar ekspor ke negara-negara mayoritas Muslim.

Editor : Gestin Mey Ekawati/25072013

Sumber: http://www.erfan.ir/54638.html

http://id.muslimvillage.com/2010/09/08/5983/the-challenges-of-being-muslim-in-vietnam/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s