Sedang Belajar dari Film Islam

Akhir-akhir ini aku disibukkan dengan kegiatan belajar sejarah Islam. Hal ini didorong oleh banyaknya pemahaman Islam yang berbeda satu dengan yang lainnya yang membuat aku berpenasaran ria. Dengan perbedaan itu terkadang menimbulkan kekisruhan dalam umat Islam sendiri. Aku liat di Indonesia yang entah mengapa Islam-nya memiliki banyak sisi berbeda. Banyak terpengaruh oleh pemahaman sufi, budaya tradisi masyarakat kuno yang mengakar, sikap fanatisme, nasionalis berlebihan bahkan sampai paham komunis juga tercampur di dalamnya, dan sebagainya. Nah, di sini aku mulai menarik ke belakang, apa sebenarnya yang menyebabkan pemikiran Islam Indonesia tersebut berbeda satu dengan lainnya. Apakah pada mulanya memang berbeda? tentulah tidak. Rasulullah SAW mengajarkan Islam dengan begitu konsisten dan tetap sama ajarannya dari awal sampai sekarang. Lalu aku menemukan bahwa terjadinya banyak perbedaan setelah Rasulullah SAW wafat, Islam yang mulanya lurus kemudian bercabang kecil-kecil bahkan sampai menyimpang jauh dari Islam. Hal ini dikarenakan banyaknya manusia menggunakan akal mereka sendiri untuk memahami Islam padahal Rasulullah SAW sudah menjelaskan dengan sangat tegas, berpedomanlah kalian pada Al Qur’an dan Sunnah dalam memahami Islam maka kita akan selamat. Di sini nih penasaran menyeruak hebat. Semoga aku bisa ikut jalan yang lurus sesuai ajaran Rasulullah SAW. Aamiin.

Menarik ke belakang untuk melihat sejarah Islam dahulu. Aku mulai melihat film sahabat Nabi, Umar Bin Khattab dan membaca buku Sirah Nabawiyah yang aku punya. Dan tentunya masih panjang jalan yang harus kutempuh buat mempelajari ini. Melihat film Islam memang tidak bisa secara instan kita terima mentah-mentah, kita tetap harus koreksi dengan buku sejarah Islam yang benar sesuai pemahaman Ahlussunnah Waljama’ah. Kadang kita bisa tertipu bahkan teracuni pemikiran kita dengan pemikiran yang salah ketika kita melihat film sejarah Islam atau membaca artikel sejarah di internet, misalnya film/artikel buatan Iran yang berpaham Syiah. Jadi kita tetap harus hati-hati melihat film sejarah Islam yang kita tonton, dibuat oleh siapa, isinya seperti apa, sesuai tidak dengan Al Qur’an dan Sunnah, dan juga latar belakang pembuatan film tersebut. Sering terdapat tujuan terselubung dibalik film yang dibuat. Sebaiknya sih untuk amannya kita baca dulu buku Sirahnya, kita ambil bukunya dari yang benar-benar ahli sejarah Islam. Beberapa ahli sejarah Islam diantaranya : Imam Ibnu Katsir, Al-Imam Al-Hafizh adz-Dzahabi, dsbnya.Film Bertema Islam Yang Terbaik1

Sekarang aku lanjut mau lihat film Fetih 1453 yang menceritakan tentang Muhammad Al fatih yang berhasil menaklukkan Konstantinopel. Film ini dibuat oleh Turki dengan menelan biaya sangat mahal. Sebelum melihat film ini, sempat melihat posting orang-orang yang menyatakan kekecewaannya setelah melihat film ini karena banyak hal yang tidak sesuai dengan sejarah aslinya serta visualisasi yang terlihat menampilkan aurat wanitanya dan itu tentunya sangat tidak cocok untuk film bernafas Islam. Tapi aku akan mencoba melihatnya, mengambil pengetahuan di dalam film tersebut dan kemudian mau membaca sejarah benarnya dari Muhammad Al fatih.

https://may2sdiary.files.wordpress.com/2013/09/70450-filmbertemaislamyangterbaik2.jpg

Beberapa hari setelah aku posting ini, aku melihat film Fetih ini dan ternyata sangat-sangat mengecewakan. Hmm…nggak diterusin nontonnya sampai selesai…kecewa berat…huks.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s