Islam Singapura

Singapura sudah terkenal sebagai negara yang menjembatani kepentingan Yahudi di Asia Tenggara. Tidak heran jika kemudian negeri ini menjadi “basis” Yahudi di kawasan Asia Tenggara.

1

Mayoritas penduduk Republik Singapura berasal dari Cina 77 %, 14 % etnik Melayu dan etnik India 7 %. Sekitar 15% dari jumlah penduduk Singapura (4,99  juta) beragama Islam. Kepercayaan lain yang berkembang di Singapura adalah Buddha 42,9% Atheis 14.8 %, Kristen 14.6%, Taouisme 8% dan Hinddu 4% serta agama lainnya 0.6%.

Sebagian besar kaum Muslim di Singapura berasal dari etnis Melayu. Kaum muslim lainnya berasal dari komunitas India dan Pakistan serta sejumlah kecil dari Cina, Arab dan Eurasia. Sebanyak 17% dari Muslim di Singapura berasal dari India. Profesor Hussin Mutalib dari National University of Singapore menyatakan jumlah orang Cina memeluk agama Islam meningkat, tetapi jumlahnya masih kecil. Mayoritas Muslim adalah Muslim Sunni yang mengikuti mazhab Syafi’I berpaham teologi Asy’ariyah, ada juga Muslim yang mengikuti mazhab Hanafi serta sedikit Syiah.

Islam di Singapura tidak bisa dipisahkan dari sejarah kolonial. Pada tahun 1915, penguasa kolonial Inggris mendirikan Dewan Penasihat Islam. Dewan ini bertugas untuk memberikan nasihat kepada penguasa kolonial mengenai hal-hal yang berhubungan dengan agama Islam dan adat-istiadatnya.

Singapura menjadi sebuah Negara Republik yang merdeka setelah melepaskan diri dari Malaysia pada tanggal 17 Agustus 1965. Saat ini, Singapura merupakan Negara paling maju diantara Negara-negara tetangganya di kawasan Asia Tenggara.

Sejarah Masuknya Islam di Singapura

Dalam perjalanan sejarahnya, Singapura pernah menjadi salah satu pusat Islam paling penting di Asia Tenggara, hal ini dilihat dari keunggulannya sebagai pintu masuk bagi para pedagang dari berbagai benua maupun Negara asing atau disebut dengan pusat perdagangan internasional. Selain sebagai pusat perdagangan, Negara ini sangat strategis bagi pusat informasi dan dakwah Islami, baik pada masa kesultanan malaka maupun sampai sekarang.

Sejarah kehadiran agama Islam di Singapura tidak dapat dipisahkan dengan sejarah kedatangan Islam di Asia Tenggara pada umumnya, begitu pula   dari masa kemasa yang selalu berkaitan dengan perkembangan agama Islam di wilayah lainya.

Pada sebagian ahli sejarah sudah hampir sepakat bahwa agama Islam sudah sampai ke Asia Tenggara pada abad pertama Hijriah atau pada akhir abad ke-7 Masehi, karena pada abad itu pedagang-pedagang Arab atau pedagang Muslim India sudah mengadakan perdagangan sampai ke selat Malaka dan ke Cina, sebagian ada yang singgah di Sumatera dan Jawa.

Kemudian jalur perdagangan itu menjadi rute tetap pada pedagang Arab dan India yang menjulur dari laut Tengah melalui Persia dan India ke Asia Tenggara dan kemudian ke Tiongkok.

Perkembangan Islam di Singapura

Pembentukan kelembagaan keagamaan pertama bermula sejak 1880, ketika dibentuk jabatan Qadi (Hakim Agama), yang didasarkan pada Ordonansi Perkawinan Pengikut Muhammad. Selanjutnya masalah-masalah yang muncul  dikalangan internal umat Islam atau dengan umat agama lain diurus oleh Moslems and Hindu Endowment Board, pada tahun 1906. Anehnya sampai dengan tahun 1948 tidak seorang muslim pun bekerja di lembaga ini. Sampai dibubarkan pada tahun 1968, dewan ini terdiri dari: pengacara umum, tiga orang wakil umat Islam, tiga wakil umat Hindu, satu Persia, dan bendahara umum yang juga bertugas sebagai sekretaris dewan.

Pada tahun 1968, pemerintahan Singapura membentuk lembaga Majelis Ulama Islam Singapura (MUIS) yang didirikan di bawah perundang-undangan dan ketentuan AMLA (Administration Of Muslim Law Act OF 1966 ). MUIS yang terdiri dari seorang ketua dan 7 orang anggota, tugas utamanya adalah untuk menasehati Presiden Singapura mengenai hal ihwal Islam. MUIS bertanggung jawab dalam mengatur administrasi hukum Islam di Singapura, termasuk mengumpulkan zakat mall, pengaturan perjanjian haji, sertifikasi halal, aktivitas dakwah, mengorganisasi sekolah-sekolah agama, mengorganisasi pembangunan masjid dan manajerialnya, pemberian bantuan beasiswa pelajar muslim, bertugas mengeluarkan fatwa agama. MUIS di angkat dan diberhentikan oleh Presiden, melalui usulan dari kelompok muslim.

Selain MUIS, ada pula lembaga yang khusus bergerak dalam bidang pendidikan yaitu Majelis Pendidikan Anak-anak Muslim (MENDAKI). Dan adapula lembaga DANAMIS yaitu Dana Perwalian Muslim yang bergerak dalam bidang pendanaan sosial ekonomi umat, semacam koperasi dan lembaga keuangan non-pemerintah. Lembaga berikutnya adalah Himpunan Dakwah Islam Singapura (JAMIYAH) dan Association of Muslim Profesionals (AMP) yang didirikan pada bulan Oktober 1991, lembaga ini berkeinginan untuk mewujudkan masyarakat muslim Singapura yang siap bersaing secara terhormat untuk memasuki masa depan yang lebih baik.

Organisasi lain yang tumbuh adalah Muhammadiyah yang didirikan pada tahun 1957 oleh sekumpulan pelajar yang memanggil diri mereka Ahlul Sunnah Wal-jamaah. Bermula dengan kelas-kelas agama, kegiatan badan ini telah berkembang ke bidang-bidang lain termasuk taman kanak-kanak dan madrasah. Turut memberi sumbangan adalah Darul Arqam (Persatuan Muallaf Singapura), yang memberi perlindungan kepada pemeluk baru agama Islam. Belakangan ini, Darul Arqam gigih berusaha untuk mengajak orang islam dan juga bukan islam berdakwah. Ia ingin islam di lihat sebagai agama bukan saja orang melayu, tetapi untuk semua bangsa. Darul Arqam telah membawa Islam ke dunia antar bangsa melalui pertukaran antar kebudayaan denagn orang Islam di seluruh dunia. Tokoh-tokoh Islam terkemuka kerap diundang untuk menyampaikan ceramah-ceramah umum.

Dalam bidang pendidikan Singapura menganut  sistem pendidikan Islam moderen dari awal hingga sekarang merujuk pada system Mesir dan barat seperti madrasah, sekolah Arab atau sekolah agama, tetapi tidak mengenal pondok pesantren. Ada 4 madrasah terbesar di Singapura yaitu:

a) Madrasah Aljunied, didirikan pada tahun 1927 M, oleh pangeran Syarif   al-Syaid Umar bin Ali Aljuneid dari Palembang.

b) Madrasah Al-Ma’arif, didirikan pada tahun 1940-an gurunya dari  lulusan al-Azhar Mesir.

c) Madrasah Wak Tajung AL- Islamiyah , didirikan tahun 1955 M.

d) Madrasah AL-Sagoff, didirikan pada tahun 1912 di atas tanah wakaf Syed Muhammad bin Syed  al- Sagoff.

 2

Warga Muslim dan Non Muslim di Singapura

Singapura termasuk ketat dan cukup keras kepada para aktivis Islam. Mereka tidak segan-segan mendeportasi mahasiswa Islam yang dinilai mempunyai komitmen terhadap perkembangan dakwah. Aktivitas keislaman di Singapura pun otomatis tidak banyak. Dengan perkembangan seperti ini, sepertinya Islam di negeri Singa ini tidak bisa berkembang terlalu banyak.

Seperti di negara-negara sekuler lainnya, Islam di Singapura tidak mendapatkan tempat yang cukup. Misalnya saja, tidak boleh ada kumandang adzan. Seseorang boleh melakukan adzan di masjid, namun suaranya tidak boleh keluar dari masjid. Oleh karena itu orang Muslim lebih banyak menggunakan siaran radio untuk mengetahui waktu sholat. Pada 14 Juli 2010, Menteri Kanan Goh Chok Tong menjelaskan masjid tidak lagi menggunakan pembesar suara untuk azan dan ceramah demi menghormati perasaan orang non Islam. Ini supaya orang non-muslim yang mayoritas tidak terganggu. Tidak ada usaha dari MUIS untuk melakukan protes dan aksi untuk memperbaiki keadaan ini.

Tapi, hal ini tidak berlaku di wilayah Masjid Sultan, salah satu masjid tertua di Singapura. Di sekitar Arab Street ini, adzan boleh dikumandangkan lewat speaker, dan menjalankan fungsinya sebagai pengingat dan pemanggil. Saat ini di Singapura terdapat 69 masjid. Semua masjid ini dibawah admistrasi MUIS sepenuhnya.

 3

Masjid Sultan Singapura

 4 5

Untuk soal makanan, ternyata di Singapura lebih terjaga untuk orang Islam. Di Singapura, setiap makanan dan restoran akan disertifikasi halal. Tidak ada seorang Muslim pun yang makan di restoran tanpa label halal. Harga mungkin tetap sama, tapi proses penyajian dan isinya harus halal (misal: tanpa babi dan minyak babi).

Editor: Gestin Mey Ekawati/26072013

         

Sumber:

http://ms.wikipedia.org/wiki/Islam_di_Singapura

http://sejarahislamasia.blogspot.com/2012/12/sejarah-islam-di-singapura.html

http://www.eramuslim.com/berita/gerakan-dakwah/tidak-ada-kumandang-adzan-di-negeri-singapura.htm#.UfHlE6y8Fec

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s