Menegaskan Power

Suatu hari sahabatku bercerita banyak kepadaku. aku bersyukur telah mengenalnya. Dia yang mengajarkan banyak hal padaku, dia yang telah membantuku agar aku kuat menghadapi ujian Allah. Bisa saja aku benar-benar remuk tergilas roda hidup yang tajam itu tapi dia yang membantuku agar aku bisa tetap berdiri meskipun tergilas dengan keras. Terima kasih, sahabatku.

Dia mengajarkanku berlogika sedangkan sebagian besar diriku dipenuhi perasaan. Dia yang mengajarkanku menjadi seseorang yang berhak memperoleh kebahagiaan bukan derita. Dari dia aku tau bahwa sumber dari semua yang aku alami adalah karena aku tidak punya power. Ya, aku memang mengalah tapi sesekali aku bisa tegas namun tetap orang-orang melihatku sebagai sosok yang kurang dewasa, tidak kuat, tidak tegas. Aku sedih jika hal itu disinggung, bagaimana tidak, aku melakukan itu, aku tidak tegas karena aku tidak ingin menyakiti mereka dan berusaha membuat orang di sekitarku nyaman dan bahagia. Tapi yang sering aku dapat, aku tersakiti sampai bertubi-tubi. Tapi aku bersyukur, Allah terus menguatkan aku. Dia bercerita tiap orang memiliki karakter yang berbeda-beda dan dia mampu menjelaskan bagaimana aku harus bisa menjadi seseorang yang dewasa dan punya power tapi terus bisa memberi bahagia untuk orang disekitarku agar nantinya aku tidak disakiti maupun tidak merasa tersakiti. Masukan-masukan demi kebaikanku terus dia lontarkan dengan sabar dan aku berusaha mendengarnya walaupun terkadang merasa dihakimi. Dia mengajariku menjadi sosok wanita independen yang bisa dihargai dan tidak disakiti oleh orang lain. Dia sosok genius yang aku temui. Aku belajar banyak darinya. Maka aku berharap aku bisa berubah lebih baik lagi. Semoga aku terus bisa kuat dan tegas terhadap hidupku bahwa aku berhak BAHAGIA. Terima kasih sahabatku.

Banyak yang dia jelaskan dan akan aku rinci bagaimana cara agar kita punya power :

1.Buat pemilahan kelompok pertemanan atau hubungan dilihat dari berbagai aspek. Mulai dari yang sangat dekat sampai yang tidak berpengaruh terhadap hidupmu. Buat dan jelaskan peraturan dan batasanmu terhadap orang-orang tersebut. Katakan pada orang di sekitarmu batasan dan aturan sejauh mana mereka bisa masuk ke dalam hidupmu. Berikan zona berbeda sesuai tingkat kenyamananmu dan pemilahan itu dengan mereka. Mungkin yang sudah dipercaya menjadi sahabat akan mendapat zona lebih luas dari hidupmu. Batasan itu digunakan untuk mengantisipasi mereka yang tidak menyayangimu agar tidak berani mengusik hidupmu maupun menyakiti hatimu. Contoh : jika kamu memang harus pulang pada jam tertentu. Jangan biarkan orang lain mengubah rencanamu atau menyalahkanmu atas konsekuensi yang sudah kamu tegaskan pada mereka. Hanya teman-teman yang menyayangimu yang akan mengerti dan mendukung jalan yang kamu pilih. Mereka hanya memberi masukan jika kamu minta dan terus percaya padamu. Mereka lakukan demi kebahagiaanmu dan mereka itulah sahabat-sahabat terbaikmu. Mereka tidak akan menyalahkanmu tapi merekalah yang akan memelukmu erat di manapun mereka berada.

2.Jangan terlalu membuka diri dengan menceritakan banyak hal tentang dirimu. Karena bisa jadi bomerang ketika kamu bertemu dengan orang yang tidak tepat. Itu bisa jadi senjata untuk memojokkanmu dan mengatur hidupmu karena mereka bisa menebak isi pikiranmu dan tidak menghargai dirimu serta opinimu. Jika harus bercerita, pilihlah seseorang yang bisa dipercaya. Orang akan lebih menghargaimu jika ada misteri dalam dirimu, jagalah setiap ucapan kita.

3.Ikut aktif berinteraksi dengan orang-orang di sekitarmu. Tetap mengikuti obrolan dengan orang-orang dengan aktif memberikan bahan obrolan dengan bahasa yang sopan, tanpa mengungkapkan banyak hal tentang diri maupun penilaian terhadap orang lain. Tetaplah bersikap baik dan ‘berkelas’ . Lakukan semua dengan ketulusan hati.

4.Harus percaya diri dan optimis. Percayalah bahwa kamu bisa mengatasi setiap ujianNya dengan baik. Optimis bahwa kebahagiaan akan selalu bersamamu bagaimanapun kondisimu. Terkadang orang akan mengujimu dengan menyentuh wilayah ketidaknyamananmu. Tidak masalah apa yang mereka katakan, percayalah pada dirimu sendiri dan nilai berhargamu, maka perilaku tidak menghargai orang akan hilang. Jika pun mereka terus bicara tidak sopan, bersikap tenanglah setidaknya kamu bisa mengabaikannya dan tidak usah dimasukkan ke dalam hati sampai pembicaraan selesai.

5.Tegas menentukan sikap. Jika ada yang mengajakmu pergi nonton sedangkan kamu sedang tidak dalam kondisi baik maka tegaslah untuk menolaknya jangan karena “tidak enakan” atau karena ingin mereka senang maka kamu ikut. Jangan memaksakan sesuatu yang tidak kamu sukai. Tegaslah dalam menjalani hidup agar dirimu tidak tersakiti.

Terima kasih, sahabat baikku… kamu bantu aku untuk kuat, menuntun aku belajar banyak hal hingga aku sekuat ini… semoga kebahagiaan selalu bersamamu…Amin Ya Rabb… ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s