6 huruf…DENDAM…?

Pernahkan kalian merasa sakit hati karena ucapan atau hinaan dari orang lain? atau bahkan tindakan-tindakan yang menyakiti dari orang lain yang membuatmu terluka? Pernahkah dari kalian berpikir untuk balas dendam? Membalas apa yang telah diperbuat orang itu terhadap dirimu? Kata dendam mungkin identik dengan kejahatan, kriminal atau sesuatu yang negatif. Akan tetapi pernahkah kalian berpikir bahwa kita bisa menjadikan dendam itu positif, tidak merugikan bahkan memberikan manfaat untuk kemajuan kita? Sebuah kisah klasik masa kecilku telah banyak memberiku banyak pelajaran dan sampai saat ini pun aku tak bisa lepas dari rasa sakit itu. untuk memaafkan, aku cukup bisa tetapi untuk menghapus dari ingatanku itu sulit.

Apakah orang2 yang suka menyakiti hati orang lain itu masih ingat dengan tindakannya ya? Ataukah mereka bersikap biasa saja dan menganggap tindakannya benar sehingga mereka tidak perlu meminta maaf? Semua menjadi baik untuk mereka dan dengan itu mereka sangat puas. Bagaimana kalian bisa hidup dengan cara seperti ini dengan menghina, merendahkan, menyakiti hati orang lain. Belajarlah untuk menghargai orang lain sepertinya kamu menghargai dirimu sendiri. Pernahkah kalian berpikir ketika kalian yang diremehkan, dihina, dicaci, disakiti?

Bagiku mungkin, terlihat seperti dendam tapi ketika aku berkata aku dendam, aku berpikir lagi apakah aku membalas perlakuan buruk mereka dengan perlakuan burukku ke mereka. Tidakkah mereka berpikir aku tidak pernah membalas dengan keburukan pula. kalau aku balas dengan menghina mereka, lalu apa bedanya aku dengan mereka? aku sama jahatnya donk dengan mereka. Dulu aku kecil, aku memilih diam dengan perlakuan mereka, itu bukan pula aku kalah. Tetapi lama kelamaan, ketika aku sudah terlalu sakit, aku akan bilang stop untuk tidak mengganggu kehidupanku lagi. Lebih baik menjadi orang yang hidup dengan kehidupan masing2 tanpa perlu saling berinteraksi sehingga tidak saling menyakiti. Aku sudah memaafkan tapi untuk melupakan itu hal yang sulit.  

Pernah berpikir tentang ‘dendam positif’. Apakah itu? rasa dendam yang bisa menjadi suatu senjata untuk mendapatkan hal yang lebih baik dari yang pernah dia dapatkan sebelumnya. Mungkin tidak ada yang menyangka bahwa ada orang yang sukses justru karena mengenang caci maki yang pernah orang lain lakukan sebelumnya. Banyak orang sukses yang bisa menjadi orang hebat melebihi orang-orang yang meremehkannya dulu. Banyak lagi hal-hal luar biasa yang diawali oleh rasa dendam. Dendam, dibalik hal-hal negatif yang menyertainya, memberikan sebuah energi baru. Energi yang memiliki kekuatan yang sangat besar. Energi yang mampu membuat segala ketidakmampuan menjadi sebuah kekuatan yang bisa mengubah sesuatu yang sebelumnya hanya mimpi baginya menjadi sebuah kenyataan. Apakah kalian percaya akan energi itu?

Tentu semua tergantung dari pemilik energi itu, ketika pemilik energi ini menyalurkannya pada hal-hal yang bersifat negatif, maka hasil negatif lah yang akan diterima oleh dia dan yang ada disekitarnya.. Begitu pula sebaliknya, jika disalurkan secara positif, maka hasil positif lah yang akan diterima oleh dia dan orang-orang disekitarnya. Energi sebuah dendam sangat luar biasa. Meskipun rasa sakit itu membuatmu hancur, hinaan dan cacian itu membuatmu terluka tapi itu bisa dijadikan proses pembelajaran. Ingatlah bumi itu berputar, kamu tak selalu di bawah…akan ada saatnya kamu bangkit. Ketika rasa dendam itu melingkupi hidupmu, jadikan dendam itu positif, berikan sentuhan positif untuk kamu berpikir dan bertindak. Yakinlah itu akan memberikan sebuah kebahagiaan yang tidak disangka-sangka. Tidak akan ada yang menjadi korban, kita bisa memperoleh sesuatu yang melebihi dari apa yang kita inginkan sebelumnya. Tidaklah selalu salah jika rasa dendam itu ada, hanya bagaimana kita mengubah dendam positif kita agar menjadi energi yang menguatkan kita untuk mendapatkan kebahagiaan untuk hidup kita.

Tak perlu aku bercerita banyak tentang hidupku, yang pasti sampai saat ini aku bisa berdiri di sini, aku merasakan bagaimana rasa sakit itu, dendam itu menjadi energi pemotivasi yang mengubah hidupku menjadi lebih dari yang aku harapkan selama ini. Terima kasih Ya Allah. Di sini, aku hanya ingin mengambil cerita dari salah satu artikel yang pernah aku baca.

Di sebuah perusahaan pertambangan minyak di Arab Saudi, di akhir tahun ’40-an. Seorang pegawai rendahan, remaja lokal asli Saudi, kehausan dan bergegas mencari air untuk menyiram tenggorokannya yang kering. Ia begitu gembira ketika melihat air dingin yang tampak didepannya dan bersegera mengisi air dingin ke dalam gelas.

Belum sempat ia minum, tangannya terhenti oleh sebuah hardikan: “Hei, kamu tidak boleh minum air ini. Kamu cuma pekerja rendahan. Air ini hanya khusus untuk insinyur!” Suara itu berasal dari mulut seorang insinyur Amerika yang bekerja di perusahaan tersebut.

Remaja itu akhirnya hanya terdiam menahan haus. Ia tahu ia hanya anak miskin lulusan sekolah dasar. Kalaupun ada pendidikan yang dibanggakan, ia lulusan lembaga Tahfidz Quran, tapi keahlian itu tidak ada harganya di perusahaan minyak yang saat itu masih dikendalikan oleh manajeman Amerika.

Hardikan itu selalu terngiang di kepalanya. Ia lalu bertanya-tanya: Kenapa ini terjadi padaku? Kenapa segelas air saja dilarang untukku? Apakah karena aku pekerja rendahan, sedangkan mereka insinyur? Apakah kalau aku jadi insinyur aku bisa minum air itu? Apakah aku bisa jadi insinyur seperti mereka.???

Pertanyaan ini selalu tengiang-ngiang dalam dirinya.
Kejadian ini akhirnya menjadi momentum baginya untuk bangkit MEMBALAS DENDAM..!

Akhirnya muncul komitmen dalam dirinya. Remaja miskin itu lalu bekerja keras siang hari dan melanjutkan sekolah malam hari. Hampir setiap hari ia kurang tidur untuk mengejar ketertinggalannya. Tidak jarang olok-olok dari teman pun diterimanya.

Buah kerja kerasnya menggapai hasil. Ia akhirnya bisa lulus SMA. Kerja kerasnya membuat perusahaan memberi kesempatan padanya untuk mendalami ilmu. Ia dikirim ke Amerika mengambil kuliah S1 bidang teknik dan master bidang geologi. Pemuda ini lulus dengan hasil sangat memuaskan, sehingga ia direkomendasi Profesornya untuk melanjutkan ke jenjang Doktoral. Hasilnya pun Summa Cum Laude. Selanjutnya ia pulang ke negerinya dan bekerja sebagai teknisi ahli. Kini ia sudah menaklukkan dendamnya, kembali sebagai insinyur dan bisa minum air yang dulu dilarang baginya…

Apakah sampai disitu saja?? Tidak, karirnya melesat terus. Ia sudah terlatih bekerja keras dan mengejar ketinggalan. Dalam pekerjaan pun karirnya menyusul yang lain. Karirnya melonjak dari kepala bagian, kepala cabang, manajer umum sampai akhirnya ia menjabat sebagai wakil direktur. Sebuah bjabatan tertinggi yang bisa dicapai oleh orang lokal saat itu. Insinyur Amerika yang dulu pernah mengusirnya, kini justru jadi bawahannya.

Suatu hari insinyur bule ini datang menghadap karena ingin minta izin libur dan berkata; “Saya ingin mengajukan izin liburan. Saya berharap Anda tidak mengaitkan kejadian air minum di masa lalu dengan pekerjaan resmi ini. Saya berharap Anda tidak membalas dendam, atas kekasaran dan keburukan perilaku saya dimasa lalu.”

Dengan tenang sang wakil direktur, mantan pekerja rendahan ini berkata, “Aku ingin berterimakasih padamu dari lubuk hatiku paling dalam, karena kamu melarang aku minum saat itu. Ya memang dulu aku benci padamu. Tapi, setelah izin Allah, kamu lah sebab kesuksesanku hingga aku meraih sukses ini…”

Dalam waktu tak terlalu lama, akhirnya mantan pegawai rendahan ini menempati jabatan tertinggi di perusahaan tersebut. Ia menjadi Presiden Direktur pertama yang berasal dari bangsa Arab.

Tahukan Anda apa perusahaan yang dipimpinnya? Perusahaan itu adalah Aramco (Arabian American Oil Company), perusahaan minyak terbesar di dunia. Ditangannya perusahaan ini semakin membesar, dan kepemilikan Arab Saudi semakin dominan. Kini perusahaaan ini menghasilkan 3.4 juta barrels (540,000,000 m3) dan mengendalikan lebih dari 100 ladang migas di Saudi Arabia dengan total cadangan 264 miliar barrels (4.20×1010 m3) minyak dan 253 triliun cadangan gas. Atas prestasinya itu, Ia pun diangkat Raja Saudi Arabia untuk menjabat sebagai Menteri Perminyakan dan Mineral, yang mempunyai pengaruh sangat besar terhadap dunia.

Tahukah siapa si mantan buruh rendahan ini?

Ia adalah Ali bin Ibrahim Al-Naimi yang sejak tahun 1995 sampai saat ini (2011) menjabat Menteri Perminyakan dan Mineral Arab Saudi…

Apakah kalian bisa membayangkan, hanya dengan mengembangkan hinaan menjadi dendam positif, isu air segelas di masa lalu membentuknya menjadi salah seorang penguasa minyak yang paling berpengaruh di seluruh dunia. Itulah kekuatan “DENDAM POSITIF”….

Kita tidak bisa mengatur bagaimana orang lain berperilaku terhadap kita…Kita tidak pernah tahu bagaimana keadaan akan menimpa kita…Kita hanya bisa mengatur bagaimana kita menyikapi apa yang menimpa kita dengan bijak…Kita tinggal memilih ingin hancur atau ingin bangkit untuk mengubah energi dari dendam itu menjadi sesuatu yang luar biasa…

Ini salah satu cerita yang luar biasa, lalu bagaimana dengan kita???

4 thoughts on “6 huruf…DENDAM…?

  1. saya selalu dihina, dicaci, dan selalu dipermalukan, saya menjadi ingin membalas dendam, dan rasa ingin balas dendam ini sangat besar sampai-sampai saya ingin membunuh dan mencelakakan orang yg menghina saya , , , ;-( tapi setelah membaca artikel ini, rasa balas dendam ini menjadi sedikit berkurang, saya menjadi termotivasi dan ingin sekali menjadi orang yg dikagumi oleh semua orang dan tentu ORANG YANG MENGHINA SAYA . . . .

    • @hangra: salam kenal ya….saya juga merasakan gimana sakitnya dihina, dicaci, dipermalukan orang…sakit hati ini…makanya aku menulis banyak artikel tentang hal tersebut….semoga bisa memberi masukan banyak orang….kita tidak perlu membalas dendam dengan kejahatan yang sama, cukup kita menjadi diri kita sendiri, survive menjadi yang terbaik dan Tuhan pasti akan membuka mata mereka yang menghina kita bahwa kita memang lebih baik dari pada mereka dan aku yakin suatu saat mereka akan menyesal dengan perbuatan mereka terhadap kita…..semangat ya teman….:-)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s