Hasil Jahitan Bapak

15085701_10209654743019395_2718617228472125702_n

This gallery contains 1 photo.

Menjahit adalah hobi yang sangat aku sukai. Akan tetapi Bapak selalu mewanti-wantiku agar aku tidak menekuni hobi ini karena Bapak khawatir aku memilih pekerjaan ini ketika aku dewasa nanti. Sewaktu aku masih SD, aku sering menjahit baju untuk boneka-bonekaku, menjahit dompet, … Continue reading

Perlengkapan Ibu dan Bayi

Sebelum proses persalinan, sebaiknya ibu mulai mempersiapkan perlengkapan yang diperlukan ibu dan bayi ketika kehamilan menginjak trimester 3. Beberapa perlengkapan ibu dan bayi yang diperlukan antara lain:

Nama Barang
Pakaian Bayi
1 Baju Bayi tanpa lengan
2 Baju Bayi lengan pendek
3 Baju Bayi lengan panjang
4 Celana pendek
5 Celana panjang tanpa tutup kaki
6 Celana panjang dgn tutup kaki
7 Kaos kaki bayi
8 Sepatu bayi
9 Topi bayi
10 Sarung tangan bayi
11 Gurita
12 Bedongan bayi
13 Popok Bayi
Alat Tidur
1 Selimut bayi
2 Bantal Peyang
3 Perlak Bayi
4 Kelambu
5 Bantal dan Guling
6 Sprei
7 Kasur
Alat Mandi
1 Handuk Bayi
2 Bak Mandi
3 Washlap bayi
4 Topi keramas bayi
Kosmetik Bayi
1 Minyak Telon
2 Bedak
3 Sabun Bayi
4 Shampo bayi
5 Handbody bayi
6 Lotion anti nyamuk
7 Minyak rambut
8 Kapas Bulat
9 Kassa Steril
10 Tempat Bedak
11 Cotton Buds
12 Tissue Basah
13 Sisir bayi
14 Gunting Kuku Bayi
Peralatan Bayi
1 Gendongan Bayi
2 Tas bayi
3 Breast Pump
4 Botol ASI
5 Tas ASI
6 Thermometer air raksa / digital
7 Sedotan Ingus
8 Stroller / Kereta Bayi (mothercare)
9 Baby Car Seat
10 Toilet Training
11 Baby Bouncher
Obat-obatan dan lain-lain
1 Pembalut (Maternity Pad)
2 Gurita Ibu
3 Daster / Piama Kancing Depan
4 Deterjen khusus cuci baju bayi
5 Breast Pad
6 Sarung Ibu Melahirkan

Namun dari beberapa perlengkapan di atas, ada beberapa yang tidak saya gunakan karena berbagai pertimbangan medis. Perlengkapan bayi yang tidak saya gunakan antara lain: gurita, bedak dan tempat bedak, handbody, lotion anti nyamuk, minyak rambut bayi.

Kelahiran Dedek 24 April 2016

Hari itu tanggal 23 April 2016 tepat di hari Sabtu. Aku beserta Bapakku pergi ke Jogja menjemput suamiku dari dinas kuliah lapangan di Kebumen. Suamiku sengaja pulang ke rumah orang tuaku untuk menjengukku padahal kuliah lapangan baru berakhir tanggal 2 Mei nanti. Sepulang dari Jogja kami menyempatkan diri ke Museum Karst, Praci. Kami berkeliling dan foto bersama. Sekitar pukul 5 sore kami sampai di rumah. Malam harinya sekitar pukul 23.00, perutku terasa mulas sampai-sampai aku terbangun dari tidurku. Dan semakin lama rasa mulasnya semakin menjadi-jadi. Aku sampai tidak bisa tidur nyenyak. Ketika mulas datang, aku terbangun. Pukul 03.00 dini hari tanggal 24 April aku sudah benar-benar tidak bisa tidur. Akhirnya aku bangun dan duduk di ruang keluarga. Aku memberi tahu ibuku tentang mulas yang aku rasakan. Aku masih mampu menahannya karena mulasnya tidak jauh beda dengan rasa mulas ketika hari-hari awal haid. Sekitar pukul 6 pagi mulasnya semakin terasa dan mulai keluar lendir bercampur darah. Mulailah aku dan keluarga (ibu, bapak, suami) berpikir bahwa proses persalinan akan segera tiba. Kami memutuskan untuk segera ke klinik Bunafsi, Wonogiri untuk memeriksakan diri. Pukul 7 pagi kami berangkat. Budhe Slamet ikut menemaniku.

Sekitar pukul 9 pagi, aku masuk ruang periksa di klinik tersebut. Aku diperiksa oleh dua bidan dan ternyata sudah pembukaan 5. Mereka sempat heran karena aku masih terlihat biasa saja (tidak terlihat kesakitan…masih bisa ketawa-tawa) padahal sudah pembukaan 5. Kami kemudian mengambil kamar edelweis di lantai 2 untuk rawat inapku nanti. Aku ditemani suamiku menyempatkan diri jalan-jalan naik turun tangga di sekeliling klinik tersebut untuk mempercepat proses pembukaan. Pukul 11 lebih, rasa mulas semakin menjadi dan aku semakin meringis kesakitan, sudah kesulitan untuk ketawa-ketawa lagi. Aku memutuskan untuk segera ke ruang bersalin. Suamiku yang sebelumnya penakut (takut sekali dengan banyak darah) tiba-tiba menjadi pemberani. Dia memutuskan untuk menemaniku selama persalinan. Alhamdulillah…:-) Continue reading

Cerita Kehamilan Pertamaku

HARI PERTAMA HAID TERAKHIR (30 JUNI 2015)

Hari ini aku haid lagi setelah beberapa bulan sebelumnya aku berharap aku tidak mendapatkan haid. Aku dan suami sedang menunggu kehadiran sang buah hati sejak pernikahan kami tanggal 22 Maret 2015. Kami berharap Allah mudahkan semuanya. Aku haid dari tanggal 30 Juni sampai tanggal 7 Juli 2015. Kemudian beberapa hari setelahnya kami mudik lebaran ke Wonogiri. Suamiku diam-diam berdoa khusyuk tanpa sepengetahuanku, memohon kepada Allah agar kami segera dikaruniai seorang bayi. Sedang aku, berusaha berdoa dan berserah pada apa yang ditetapkan Allah untuk kami. Aku berusaha enjoy walaupun beberapa orang tak jemu menanyakan padaku sudah hamil atau belum.

LIBURAN LEBARAN

Tanggal 22 Juli 2015 aku, suami, bapak-ibu dan adikku pergi piknik ke pantai di daerah Gunung Kidul (Pantai Baron, Kukup, Indrayanti). Perasaan bahagia menyelimuti hatiku dan suami. Terima kasih atas anugerah yang telah Allah berikan pada kami. Kami dikelilingi keluarga yang baik. Alhamdulillah.

Tanggal 23 Juli 2015 bercak darah muncul. Aku pikir aku akan segera haid. Namun sampai tanggal 30 Juli 2015 haid tak kunjung datang padahal saat itu aku merasakan kram di perut seperti tanda-tanda datang bulan. Aku berdoa semoga haid tidak datang dan aku hamil.

Akhir Juli kami ke Bandung menghadiri pernikahan adik suami. Alhamdulillah pernikahannya berjalan lancar dan kemudian kami pulang menuju Lampung dan bersiap untuk bekerja lagi. Continue reading