Islamic Parenting

Semenjak awal menikah, saya dan suami berkomitmen untuk mendidik anak kami kelak sesuai dengan pendidikan yang diajarkan oleh Nabi kami, Nabi Muhammad. Saya membeli buku Islam untuk saya pelajari dengan judul Pendidikan Anak Metode Nabi karya Syaikh Jamal Abdurrahman beberapa bulan sebelum saya menikah. Dan bahkan suami sudah lebih dulu mempersiapkan ketika kuliah dia membeli buku yang mirip semisalnya, padahal saat itu masih jauh dari yang namanya pernikahan. Begitulah dia berusaha mempersiapkan sebaik-baiknya bekal untuk anak kelak.

Saya ingin mereview tentang apa yang saya pelajari tentang tahapan dalam mendidik anak sesuai teladan kita, Nabi Muhammad. Semoga bisa menambah wawasan bagi sahabat-sahabat yang membaca postingan saya ini.

BAB 1 Pendidikan Anak Usia 0-3 tahun

  • Berdoa untuk anak saat masih dalam sulbi ayahnya

Hadist Nabi : “Aku berharap semoga Allah mengeluarkan dari tulang sulbi mereka hamba yang menyembah Allah semata dan tidak menyekutukan-Nya dengan apapun”. (HR. Al Bukhari, Muslim)

Sangat dianjurkan sebelum bersenggama untuk membaca doa terlebih dahulu agar hubungan tersebut berlandaskan ketakwaan kepada Allah dan dengan izin Allah anaknya tidak akan diganggu setan. Hal tersebut sesuai dengan Hadits Nabi.

Beliau bersabda, “Seandainya salah seorang kalian sebelum menggauli istrinya berdoa:’Dengan menyebut nama Allah. Ya Allah jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan dari anak yang Engkau anugerahkan kepada kami,’lalu dari keduanya lahir anak, setan tidak akan dapat mengganggunya selamanya.” ( Mutaffaqun ‘Alaih)

  • Berdizikir untuk keselamatan bayi yang akan dilahirkan

Doa lancar bersalin sesuai hadits Nabi.

Allah, Allah Rabbku. Aku tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun.

  • Azan di telinga kanan bayi saat bayi lahir

Abu Rafi’ berkata,“Aku melihat Rasulullah mengumandangkan azan di telinga Al-Hasan bin Ali saat baru dilahirkan oleh Fathimah.” (Abu Dawud)

Ibnul Qayyim mengatakan bahwa hikmah azan dan iqamah di telinga bayi yang baru lahir adalah agar suara pertama yang didengar oleh sang bayi adalah seruan azan.

Ibnu Abbas berkata, “Setiap bayi yang baru dilahirkan pasti menangis, kecuali Isa putra Maryam. Bayi itu menangis karena perutnya diperas oleh setan sehingga si bayi menjerit.”(HR. Ad-Darimi)

Dengan demikian, azan yang diserukan di telinga bayi akan menjadi pukulan balasan terhadap setan.

  • Mentahnik bayi dengan kurma dan mendoakannya

Cara mentahnik bayi : ambil sepotong kurma, kunyah-kunyah kurma tersebut, buka mulut bayi dan suapkan kunyahan kurma tersebut sambil digosok-gosok di langit-langit mulut bayi.

Manfaat : agar bayi mau makan dan membuatnya kuat

  • Membentengi bayi dengan zikir dan bersyukur kepada Allah

Anas berkata, “Rasulullah bersabda :

“Allah tidak sekali-kali menganugerahkan suatu nikmat kepada hamba-Nya, baik istri maupun anak, lalu ia mengucapkan, ‘Segala puji hanya milik Allah Rabb semesta alam’, melainkan Dia akan memberikan yang lebih baik daripada yang diambil-Nya.”

QS. Ibrahim ayat 7

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu.”

  • Merayakan kelahiran bayi dengan aqiqah (memberi jamuan makan)

Rasulullah bersabda :” Semua anak itu tergadaikan dengan aqiqahnya yang disembelih pada hari ketujuh. Rambutnya dicukur dan ia dinamai.” (Ibnu Majah)

Untuk aqiqah bayi laki-laki sebanyak 2 ekor kambing sedangkan untuk bayi perempuan sebanyak 1 ekor kambing.

  • Mencukur rambut bayi

Mencukur rambut untuk menghilangkan gangguan dari rambut di kepalanya dan kotoran yang menempel padanya, baik kotoran yang suci maupun najis, agar berganti rambut yang lebih kuar daripada rambut yang lama. Manfaat yang lain: membuka pori-pori kulit kepala sehingga uap air bisa keluar dengan mudah dan untuk menguatkan inderanya.

Islam juga menganjurkan untuk sedekah berupa perak seberat timbangan rambutnya. Setelah dicukur, kepalanya dilumuri dengan minyak Za’faran.

Tidak diperbolehkan mencukur rambut bayi dengan tidak rata seperti mencukur sebagian rambut bayi dan membiarkan sebagian lainnya sehingga terkesan mirip pelangi.

  • Memberi nama yang baik untuk anak

Ibnu Umar menuturkan bahwa Rasulullah bersabda, “Sungguh, nama seseorang di antara kalian yang paling disenangi oleh Allah adalah Abdullah dan Abdurrahman.” (HR. Muslim)

Nabi Muhammad memberi nama putranya dengan nama Ibrahim seperti nama bapak para nabi, yaitu nabi Ibrahim.

Allah menyukai keindahan. Di antara keindahan adalah memberi nama yang baik bagi anak dan tidak memberinya nama buruk atau nama terlarang.

  • Mengkhitan anak

Bisa dilakukan pada saat berusia 7 hari, 13 tahun, atau sampai anak berakal.

  • Pangku dan berikan kasih sayang kepada bayi dan maklumi ketika ngompol
  • Kewajiban menyusui dan menjamin nafkah anak

Wahai para ibu, berikanlah kasih sayangmu kepada anakmu, susuilah ia dengan air susumu agar engkau dapat menyempurnakan makna ibu yang engkau sandang dan agar engkau mendapatkan pahala. Didiklah sendiri anakmu sesuai manhaj Nabi.

Firman Allah : “Para Ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan.” (Al Baqarah :233)

  • Mempercepat sholat karena mendengar tangisan anak
  • Memanggil anak dengan julukannya sebagai penghormatan

Memanggil anak dengan julukan yang baik akan meningkatkan moralitas anak. Panggilan itu akan membuat anak menyenangi guru/pendidiknya. Ketika hubungan antara anak dengan gurunya baik, hasilnya akan positif, cepat dan besar

Advertisements

Hasil Jahitan Bapak

This gallery contains 1 photo.

Menjahit adalah hobi yang sangat aku sukai. Akan tetapi Bapak selalu mewanti-wantiku agar aku tidak menekuni hobi ini karena Bapak khawatir aku memilih pekerjaan ini ketika aku dewasa nanti. Sewaktu aku masih SD, aku sering menjahit baju untuk boneka-bonekaku, menjahit dompet, … Continue reading

Perlengkapan Ibu dan Bayi

Sebelum proses persalinan, sebaiknya ibu mulai mempersiapkan perlengkapan yang diperlukan ibu dan bayi ketika kehamilan menginjak trimester 3. Beberapa perlengkapan ibu dan bayi yang diperlukan antara lain:

Nama Barang
Pakaian Bayi
1 Baju Bayi tanpa lengan
2 Baju Bayi lengan pendek
3 Baju Bayi lengan panjang
4 Celana pendek
5 Celana panjang tanpa tutup kaki
6 Celana panjang dgn tutup kaki
7 Kaos kaki bayi
8 Sepatu bayi
9 Topi bayi
10 Sarung tangan bayi
11 Gurita
12 Bedongan bayi
13 Popok Bayi
Alat Tidur
1 Selimut bayi
2 Bantal Peyang
3 Perlak Bayi
4 Kelambu
5 Bantal dan Guling
6 Sprei
7 Kasur
Alat Mandi
1 Handuk Bayi
2 Bak Mandi
3 Washlap bayi
4 Topi keramas bayi
Kosmetik Bayi
1 Minyak Telon
2 Bedak
3 Sabun Bayi
4 Shampo bayi
5 Handbody bayi
6 Lotion anti nyamuk
7 Minyak rambut
8 Kapas Bulat
9 Kassa Steril
10 Tempat Bedak
11 Cotton Buds
12 Tissue Basah
13 Sisir bayi
14 Gunting Kuku Bayi
Peralatan Bayi
1 Gendongan Bayi
2 Tas bayi
3 Breast Pump
4 Botol ASI
5 Tas ASI
6 Thermometer air raksa / digital
7 Sedotan Ingus
8 Stroller / Kereta Bayi (mothercare)
9 Baby Car Seat
10 Toilet Training
11 Baby Bouncher
Obat-obatan dan lain-lain
1 Pembalut (Maternity Pad)
2 Gurita Ibu
3 Daster / Piama Kancing Depan
4 Deterjen khusus cuci baju bayi
5 Breast Pad
6 Sarung Ibu Melahirkan

Namun dari beberapa perlengkapan di atas, ada beberapa yang tidak saya gunakan karena berbagai pertimbangan medis. Perlengkapan bayi yang tidak saya gunakan antara lain: gurita, bedak dan tempat bedak, handbody, lotion anti nyamuk, minyak rambut bayi.

Kelahiran Dedek 24 April 2016

Hari itu tanggal 23 April 2016 tepat di hari Sabtu. Aku beserta Bapakku pergi ke Jogja menjemput suamiku dari dinas kuliah lapangan di Kebumen. Suamiku sengaja pulang ke rumah orang tuaku untuk menjengukku padahal kuliah lapangan baru berakhir tanggal 2 Mei nanti. Sepulang dari Jogja kami menyempatkan diri ke Museum Karst, Praci. Kami berkeliling dan foto bersama. Sekitar pukul 5 sore kami sampai di rumah. Malam harinya sekitar pukul 23.00, perutku terasa mulas sampai-sampai aku terbangun dari tidurku. Dan semakin lama rasa mulasnya semakin menjadi-jadi. Aku sampai tidak bisa tidur nyenyak. Ketika mulas datang, aku terbangun. Pukul 03.00 dini hari tanggal 24 April aku sudah benar-benar tidak bisa tidur. Akhirnya aku bangun dan duduk di ruang keluarga. Aku memberi tahu ibuku tentang mulas yang aku rasakan. Aku masih mampu menahannya karena mulasnya tidak jauh beda dengan rasa mulas ketika hari-hari awal haid. Sekitar pukul 6 pagi mulasnya semakin terasa dan mulai keluar lendir bercampur darah. Mulailah aku dan keluarga (ibu, bapak, suami) berpikir bahwa proses persalinan akan segera tiba. Kami memutuskan untuk segera ke klinik Bunafsi, Wonogiri untuk memeriksakan diri. Pukul 7 pagi kami berangkat. Budhe Slamet ikut menemaniku.

Sekitar pukul 9 pagi, aku masuk ruang periksa di klinik tersebut. Aku diperiksa oleh dua bidan dan ternyata sudah pembukaan 5. Mereka sempat heran karena aku masih terlihat biasa saja (tidak terlihat kesakitan…masih bisa ketawa-tawa) padahal sudah pembukaan 5. Kami kemudian mengambil kamar edelweis di lantai 2 untuk rawat inapku nanti. Aku ditemani suamiku menyempatkan diri jalan-jalan naik turun tangga di sekeliling klinik tersebut untuk mempercepat proses pembukaan. Pukul 11 lebih, rasa mulas semakin menjadi dan aku semakin meringis kesakitan, sudah kesulitan untuk ketawa-ketawa lagi. Aku memutuskan untuk segera ke ruang bersalin. Suamiku yang sebelumnya penakut (takut sekali dengan banyak darah) tiba-tiba menjadi pemberani. Dia memutuskan untuk menemaniku selama persalinan. Alhamdulillah…:-) Continue reading